Rahmat Terharu Bisa Jadi Sarjana Dari Balik Jeruji

Bang Napi menjadi sarjana. Wisuda ke-XLVII Universitas Islam Seykh Yusuf Tangerang.(Foto : Ist)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, TANGERANG – Perasaan bangga dan haru dirasakan oleh salah satu napi bernama Rahmat Sesario yang menempati salah satu blok Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang.

Pasalnya, kini ia bersama dengan 29 napi lainnya akhirnya bisa menjadi sarjana, pada wisuda XLVII Universitas Islam Seykh Yusuf Tangerang.

Didampingi oleh pihak keluarga yang turut hadir dalam prosesi wisuda, Rahmat Sesario menyampaikan rasa terima kasih kepada Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, DirjenPAS, Universitas Islam Syekh Yusuf Tangerang.

Tidak hanya itu saja, Rahmat juga menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada pihak Lapas yang telah memberikan kesempatan bagi dirinya untuk menempuh pendidikan Sarjana (S1) di Kampus “Kehidupan Lapas” Pemuda Tangerang.

“Saya sangat terharu dan tak menyangka akhirnya dapat meraih gelar sarjana dari dalam Lapas. Terimakasih kepada Bapak Menteri Hukum dan HAM, Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan, serta seluruh jajaran Lapas Pemuda Tangerang dan UNIS,” kata Rahmat seusai diwisuda, Sabtu (1/10/2022).

Karena menurutnya hal tersebut memberikan ia beserta rekan sejawatnya berkesempatan untuk dapat melanjutkan jenjang pendidikan perguruan tinggi dari dalam Lapas.

“Saya sangat beruntung bisa mendapatkan kesempatan ini,” ujar Rahmat.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Rektor UNIS Tangerang, Prof. Mustofa Kamil mengapresiasi kepada Lapas Pemuda Kelas IIA Tangerang. Dimana telah memberikan kepercayaan dan komitmen kepada kampus besutannya tersebut.

Dirinya menyampaikan ucapan selamat dan terima kasih kepada Kementerian Hukum dan HAM RI yang telah mempercayakan perkuliahan Ilmu Hukum bagi 30 narapidana di Lapas Pemuda Tangerang kepada UNIS Tangerang.

“Semangat bagi para wisudawan, para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sangat luar biasa, dengan segala keterbatasan, tantangan dan hambatan tetap dapat menyelesaikan pendidikan sarjana dengan sangat baik,” tutur Prof. Mustofa Kamil.

Dimana kata Mustofa para wisudawan (narapidana) telah dinyatakan ‘Lulus’ dalam upacara Yudisium Fakultas Hukum UNIS.

“Dan kepada mereka dinyatakan berhak untuk memiliki dan menggunakan gelar Sarjana Hukum,” tandasnya.(Humas DitjenPAS/rls).

FANINDO

Honda Capella