Pihak SMKN 7 Batam: Itu Proyek Disdik Kepri dan Pelaksana Pokjamas Sekolah

Pihak SMKN 7 Batam

HARRIS BARELANG

BATAM – Pihak SMKN 7 Batam terbuka memberikan penjelasan terkait proyek pembangunan sekolah yang sedang dilakukan saat ini. Terkiat adanya pemberitaan yang tidak berimbang awal Oktober 2022 lalu, pihak SMK Negeri 7 Batam menjelaskan tidak benar informasinya.

Menurut Enjang Suhaedin Waka Humas SMK7 Batam, saat ini memang ada Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) dan Ruang Praktik Siswa (RPS) terus berjalan dan insyaallah akhir Desember 2022 ini telah rampung.

Pembangunan ke dua gedung itu merupakan progaram pemerintah yang bersumber dari Dana Alokasi Kusus (DAK) 2022 yakni Disdik Propinsi Kepri yang di kelola oleh Pokjamas yang terdiri dari penitia pelaksana yaitu Komite sekolah, Masyarakat dan Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

Itu berarti pihak sekolah dalam hal ini kepala sekolah tidak pernah ikut dalam pelaksanaan proyek pembangunan RKB dan RPS.

Disamping itu Enjang Suhaedin menyanggah pemberitaan di sebuah media online terkait Korupsi kepala sekolah pada objek yang di maksud.

Pemberitaan tanpa ada konfirmasi ke pihak sekolah tentang prosedur dari pelaksanan proyek itu,  ujar Enjang Suhaedin saat di temui awak media.

“Kami sangat menyesalkan tudingan atas pemberitaan salah satu media online kemaren, yang menyatakan kepala sekolah SMKN 7 Batam diduga korupsi dan diminta ditangkap,” ungkapnya.

Ditegaskan itu hoak dan bisa dikatakan mencemarkan nama baik ataupun pembunuhan karakter seseorang, dalam hal ini adalah kepala sekolah, karena dalam prosedurnya tidak ada campur tangan pelaksanaan proyek dari ASN maupun pihak sekolah, ujarnya.

Dari pihak sekolah hanya melakukan pendampingan jika ada kunjungan baik dari dinas pendidikan kepri maupun dari masyarakat dalam peninjauan proyek tersebut.

Semantara itu pantau awak media dilapangan, pembangunan ke dua gedung terus berlanjalan dan beberapa tukang masih beraktifitas seperti biasanya.

Salah seorang tukang yang ditemui awak media di lapangan mengatakan pembangunan gedung ini dimulai sekitar 2 bulan lalu hingga akhir desember 2022 sudah selesai.

Sementara Konsultan bangunan dari pihak pemerintah setiap hari juga datang untuk melihat kelancaran pekerjaan ini, ujarnya.

“Saya bekerja pada kontraktornya dari sejak awal mas, namun tanpa mau menyebut nama kontraktor yang dimaksud saat di tanya”.

Sebelumnya informasi dari Proyek Dari DAK pemerintah Provisi Kepri ini berkisar 5,7 Milyar dengan rincian, Ruang Kelas Baru (RKB) sebesar RP.4.536.000.000 Rupiah dengan nomor kontrak : 02.02.06/SP/DAK-SMK/2022.

Sedangkan proyek Ruang Praktik Siswa (RPS) yakni sebesar Rp.1.2000.000.Dengan nomor kontrak : 02.04.06/SP/DAK-SMK/2022.

Sempat di lansir disalah satu media Online dengan Judul “Kejati & Dirkrimsus Polda Kepri Diminta Tangkap Kepsek SMK 7 Batam Diduga Korupsi Proyek RKB & RPS Rp5.7 Milyar”.

Ajang Suhaidin menambahkan saat ini pihak sekolah tetap fokus dalam program pendidikan anak anak serta terus meningkatkan prestasi anak didik kami.

Terkait dengan Isu, Anjang berharap wartawan yang meliput sebuah kejadian agar lebih profesioanal dengan nara sumber yang tepat serta berimbang supaya masayarakat tidak mempunyai prasangka negatif.

Sampai berita ini diturunkan Kepala Sekolah dan Komite sekolah SMKN 7 belum dapat di temui awak media, karena sedang tidak berada di tempat.

SMKN 7 Batam

 

Semoga Tidak ada Penyelewengan

Sebelumnya, Sekretaris Komite SMK Negeri 7 Batam yang juga mendapat link pemberitaan judul Kejati & Dirkrimsus Polda Kepri Diminta Tangkap Kepsek SMK 7 Batam Diduga Korupsi Proyek RKB & RPS Rp5.7 Milyar, menilai hal itu tidak mungkin dilakukan oleh Kepala Sekolah.

” Saya rasa tidak mungkin itu dilakukan oleh Bu kepsek. Karna pembangunan ini yang pegang uangnya bukan dia.Tapi ketua pelaksana pembangunan dan bendahara yang mencairkan di rek khusus. Kalau ngak salah dengar waktu rapat dulu dan penanggung jawabnya juga ketua komite sekolah,” jelas Toto.

Kendati demikian, Toto berharap proses pengerjaan dan pembangunan berjalan sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. Mengingat banguna yang dibuat lantai tiga dengan kontur tanah miring.

” Saat kami rapat komite membahas penerimaan murid baru 2022 dulu. Ditanya siapa kontraktornya dan pengawasnya dan apa syarat untuk menjadi ketua pelaksana proyek pembangunan sudah penunjukan dari pihak sekolah. Saya sebagai komite sekolah dan tidak bertanggung jawab atas pembangunan ini berharap pembangunan selesai tepat waktu, dan tidak ada kesalahan atau kecurangan dalam penggunaan bahan baku bangunan. Mengingat kita cemas, ini lantai 3 dan berdiri di area miring,” akhir Toto. (amrullah/r)

Editor : Dedy Suwadha

FANINDO

Honda Capella