NATUNA– Pemerintah Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau mendapatkan apresiasi atas dukungan dalam pelaksanaan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Program Strategis Nasional (PSN) tahun 2022 dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Sekretaris Daerah Kabupaten Natuna Boy Wijanaro mengatakan, pihaknya akan terus berupaya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terutama persoalan pertanahan.
Piagam Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri ATR/BPN, Raja Juli Antoni kepada Sekda Natuna, Boy Wijanarko di Hotel Best Western Premier Panbil Kota Batam, Kamis (09/02/2023) siang.
Penyerahan Piagam Penghargaan tersebut disejalankan dengan kegiatan Rapat Kerja Daerah Pelaksanaan Kegiatan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan Program Strategis Nasional (PSN) Tahun 2023.

Boy Wijanarko menyampaikan, penghargaan tersebut diberikan kepada Kabupaten Natuna, karena dianggap ikut mewujudkan sinergi dan optimalisasi pelaksanaan program agraria atau pertanahan dan tata ruang di Wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
“Natuna dinilai ikut andil dalam mendorong program pemerintah melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Tahun 2022,” terang Boy Wijanarko. Diakuinya, Pemkab Natuna siap menjalankan semua program pusat yang ada di Natuna.
Ia mengatakan, dukungan dari Kementerian ATR juga mempermudah masyarakat mendapatkan sertipikat tanah.
“Pak Bupati juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian ATR,” ujarnya.
Diberitakan, Wakil Menteri (Wamen) Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli mengatakan, keberhasilan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kepulauan Riau (Kepri) berkat adanya kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah.
“Keberhasilan ini karena adanya kerja sama atau kolaborasi yang baik antara ATR/BPN dengan pemerintah daerah. Oleh karena itu tadi saya meminta kepada teman-teman ATR/BPN untuk lebih menjalin komunikasi kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah di Kepri, karena masih banyak tantangan yang harus diselesaikan,” ujar Wamen Raja Juli di Batam Kepulauan Riau.
Dia menjelaskan, beberapa tantangan program prioritas yang harus dicapai lagi kedepannya yaitu kelanjutan program penuntasan PTSL hingga penyelesaian masalah lahan yang terindikasi adanya mafia tanah.
Melalui Program PTSL yang sudah digelar sejak 2014 hingga sekarang, kata dia, sebanyak 85 juta lahan sudah tersertifikasi. Angka ini diperkirakan akan terus bertambah, sehingga pada 2024 mendatang seluruh tanah di Indonesia sudah terdaftar.































