Home Berita Utama Minim infrastruktur, Kecamatan Termuda Natuna Pulau Panjang Banjir

Minim infrastruktur, Kecamatan Termuda Natuna Pulau Panjang Banjir

NATUNA– Hujan deras yang mengguyur disertai angin kencang dan longsor sejak beberapa hari terakhir merendam rumah warga di wilayah Kecamatan Di Kabupaten Natuna salah satunya di kecamatan Pulau Panjang, Minggu (05/03/2023).

Camat pulau Panjang Said Muhdar mengatakan, minimnya saluran air berupa drainase berdampak pada tingginya curah hujan mengakibatkan genangan air hujan merendam rumah warga.

“Iya, Pulau panjang ini merupakan kecamatan baru usianya seumur jagung dua bulan dimekarkan, tentu masih banyak infrastuktur dasar yang harus di wujudkan di pulau ini, salah satunya drainase dan jalan,” ujarnya.

WhasApp

Dampak banjir yang merendam tiga rumah dan satu warung, Menurut Camat Pulau Panjang Said muchdar, faktor banjir disebabkan oleh rendahnya dataran di wilayah tersebut, serta minimnya Draninase sehingga menyebabkan genangan air yang cukup tinggi menggenangi rumah warga.

“Alhamdulillah, air mulai berangsur-angsur surut, sebagian warga sudah membersihkan rumahnya,” ungkap Said.

Kecamatan Pulau Panjang terdiri dari 2 desa yaitu, Desa Pulau Panjang dan Desa Kerdau dengan jumlah penduduk 835 jiwa.

Penghasilan atau usaha warga berasal dari laut dan kelapa (kopra). Di samping ikan yang lain, Ikan karang adalah salah satu jenis ikan yang banyak dijumpai. Mayoritas pekerjaan warga adalah nelayan.

Angin kencang dan pasang tinggi air laut di Kepulauan Natuna sudah diperkirakan BMKG dengan mengeluarkan surat peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang terjadi di Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) tinggi gelombang mencapai 4 hingga 6 meter berpeluang terjadi di Laut Natuna Utara.

BMKG juga mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada.

BMKG meminta warga setempat dan para pelaut untuk memperhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, terutama perahu nelayan harus mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

Sementara untuk jenis Kapal Tongkang waspada dengan perhatikan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter, serta Kapal Ferry waspada kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

Sedangkan untuk kapal ukuran besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar perlu diperhatikan jika kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. (Rky)

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O