Home Riau Duka di Pekanbaru: Bocah 13 Tahun Hanyut dan Ditemukan Meninggal Akibat Banjir

Duka di Pekanbaru: Bocah 13 Tahun Hanyut dan Ditemukan Meninggal Akibat Banjir

Duka di Pekanbaru: Bocah 13 Tahun Hanyut dan Ditemukan Meninggal Akibat Banjir
Tim SAR mengevakuasi korban terseret arus deras di Pekanbaru, Senin (1/1/2024) (dok basarnas)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

PEKANBARU – Rizki Ramadhan (13), seorang bocah dari Perumahan Griya Nusantara Sidomulyo Permai, Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau, menjadi korban tragis setelah terbawa arus parit yang deras akibat banjir.

Informasi menyebutkan, kejadian ini terjadi pada 31 Desember 2023, sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu korban bersama teman-temannya bermain di parit dekat rumahnya, ketika arus parit sangat deras, karena banjir.

Pagi ini, tim gabungan dari Basarnas, kepolisian, TNI, dan masyarakat berhasil menemukan korban yang dinyatakan meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menyampaikan himbauan kepada orang tua agar selalu memantau anak-anak, khususnya saat bermain di air.

“Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Pagi ini, tim gabungan telah berhasil menemukannya setelah melakukan pencarian sejak kemarin,” ujar Kompol Bery Juana Putra pada Senin (1/1/2024).

Anhar, seorang warga setempat, menjelaskan bahwa saat kejadian, korban dan teman-temannya mandi-mandi di parit yang lebar. Banjir akibat hujan berhari-hari membuat parit penuh air dan mengalir dengan deras.

“Airnya cukup deras, mereka bermain dan mandi. Korban berasal dari RT tetangga. Mereka bermain di air. Tapi ternyata korban tidak bisa berenang. Korban masih duduk di bangku SD,” kata Anhar dikutip okezone, Senin (1/1/2024)

Anhar menambahkan bahwa sejumlah teman korban berusaha menolong, tetapi arus yang deras membuat korban hilang begitu saja.

“Ada juga warga yang sempat menggapai tangan korban, tapi karena arus deras korban tidak terselamatkan. Warga yang mencoba menolong malah sempat terseret arus,” tambahnya.

Pencarian korban berakhir dengan penemuan tubuhnya sekitar 1 kilometer dari lokasi awal kejadian.

“Saat ditemukan, kondisi korban penuh luka, diduga akibat benturan bebatuan,” ungkap Anhar.

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026