GAZA – Setidaknya 32 orang telah kehilangan nyawa mereka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah sekolah PBB di kamp pengungsi Nuseirat di Gaza tengah.
Dilaporkan bahwa sekolah tersebut digunakan sebagai tempat penampungan untuk pengungsi Palestina. Korban tewas termasuk perempuan dan anak-anak, dengan sebagian besar dari mereka tewas dalam tidurnya.
Militer Israel telah mengonfirmasi bahwa mereka sengaja mengebom sekolah Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) tersebut. Alasannya ada pejuang Hamas yang berlindung di gedung tersebut. Serangan itu dikatakan melibatkan Angkatan Udara Israel, intelijen, dan Shin Bet.
Reaksi terhadap serangan tersebut sangat keras, dengan kantor media pemerintah Gaza menyalahkan Israel dan pemerintah AS atas kejahatan terhadap kemanusiaan ini.
Jumlah korban tewas akibat perang genosida Israel di Gaza sejak Oktober mencapai ribuan, dengan puluhan ribu lainnya terluka.
Kementerian Kesehatan di Gaza juga melaporkan bahwa ribuan orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan, dengan pasukan Israel menghalangi upaya penyelamatan.
Serangan-serangan seperti ini menunjukkan eskalasi kekerasan yang tragis dan memperparah situasi kemanusiaan yang sudah genting di wilayah tersebut.
Sumber: Aljazeera/tempo































