Tim Jatanras Polres Anambas Ringkus Penipu Berkedok Usaha Ikan di Pontianak

Tim Jatanras Polres Anambas Ringkus Penipu Berkedok Usaha Ikan di Pontianak
Tim Jatanras Polres Kepulauan Anambas berhasil menangkap pelaku penipuan berinisial AS (28) di Pontianak. (foto humas porles anambas)

ANAMBAS – Tim Jatanras Polres Kepulauan Anambas berhasil menangkap pelaku penipuan berinisial AS (28). Pelaku menjalankan aksinya di Jl. Pelantar Serkah, Desa Tarempa Barat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas sejak tahun 2018 hingga 2024. Pelaku ditangkap di Pontianak, Kalimantan Barat pada Rabu (05/06/2024).

Kapolres Kepulauan Anambas, AKBP Apri Fajar Hermanto, melalui Kasat Reskrim Iptu Rio Ardian, menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan sekitar pukul 18:00 WIB oleh tim Jatanras Satreskrim Polres Kepulauan Anambas yang dipimpin oleh AIPDA H. Sembiring bersama dengan Tim Resmob Polda Kalimantan Barat.

Pelaku ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Komplek Jamrud Karya, Jl. Karya No.5, Pontianak.

KPU KEPRI

“Selanjutnya pelaku dibawa ke Polsek Pontianak Selatan untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut,” ujar Iptu Rio Ardian.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam dan pengumpulan bukti-bukti, pelaku diterbangkan ke Batam pada Sabtu (08/06/2024) dan dititipkan di Polsek Sei Beduk Polresta Barelang.

Pada Selasa (11/06/2024), pelaku dibawa ke Polres Kepulauan Anambas menggunakan kapal laut.

Kasat Reskrim menjelaskan bahwa pelaku menipu korban dengan modus usaha ikan, lobster, dan kelapa sawit.

Pelaku mengiming-imingi korban untuk memberikan modal usaha dengan janji keuntungan akan dibagi dua. Namun, hal tersebut hanya akal-akalan pelaku untuk mendapatkan uang korban.

“Kerugian yang dialami korban sejumlah Rp.1.125.673.000,- (Satu miliar seratus dua puluh lima juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) yang dikirimkan melalui beberapa kali transfer ke berbagai rekening yang diberikan oleh pelaku,” jelas Kasat Reskrim.

Kasi Humas Polres Kepulauan Anambas, Iptu Raja Vindho, menjelaskan bahwa penipuan dimulai sekitar akhir tahun 2018, ketika korban pertama kali mentransfer Rp.300.000.000 (tiga ratus juta rupiah) ke rekening pelaku.

Namun, hingga tahun 2021 korban belum menerima hasil usaha yang dijanjikan, dan nomor telepon pelaku tidak bisa dihubungi lagi.

Pada tahun 2022, pelaku kembali menghubungi korban, mengklaim bahwa dia telah menjalani hukuman penjara dan sekarang sudah bebas dengan usaha yang berhasil.

Pelaku berjanji akan mengembalikan uang beserta keuntungannya, sehingga korban kembali percaya dan memberikan modal usaha tambahan sebesar Rp.825.673.000 (delapan ratus dua puluh lima juta enam ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah) pada tahun 2022 hingga 2023.

Setelah beberapa bulan tanpa hasil, korban menyadari bahwa dia kembali ditipu dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.

“Pasal yang akan diterapkan kepada pelaku adalah pasal 378 K.U.H.Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 4 tahun penjara,” tutup Iptu Raja Vindho. (rama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO