K Shanmugam: Singapura Tetap Jadi Sasaran Penting bagi Teroris, Perlu Waspada atas Ancaman

K Shanmugam: Singapura Tetap Jadi Sasaran Penting bagi Teroris, Perlu Waspada atas Ancaman
K Shanmugam, Menteri Hukum dan Dalam Negeri Singapura (ist)

SINGAPURA – Menteri Hukum dan Urusan Dalam Negeri Singapura, K Shanmugam, menegaskan bahwa Singapura tetap menghadapi ancaman yang signifikan dari teroris, terutama setelah serangkaian serangan dan penangkapan di Malaysia baru-baru ini. Hal ini disampaikannya dalam konferensi pers di Civil Service Club, Tessensohn Road, Jumat (28 Juni).

Shanmugam menjelaskan bahwa kedekatan geografis antara Singapura dan Malaysia membuat apa pun yang terjadi di seberang Selat Johor berpotensi mempengaruhi keamanan Singapura.

Ancaman tersebut semakin meningkat dengan penyebaran ideologi kekerasan Islamic State (ISIS) di kawasan ini. Serta kemampuan para penyerang menggunakan barang yang mudah diperoleh untuk melancarkan serangan.

KPU KEPRI

Meskipun saat ini tidak ada ancaman spesifik yang terdeteksi di Singapura, Shanmugam mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya yang dapat timbul.

Pernyataan ini datang setelah delapan orang ditangkap di Malaysia akhir pekan lalu atas dugaan keterlibatan dengan kelompok ISIS.

Operasi serentak dilakukan di empat negara bagian, dengan enam pria dan dua wanita yang diamankan. Investigasi mengungkap adanya ancaman terhadap Raja Malaysia, Sultan Ibrahim Sultan Iskandar, Perdana Menteri Anwar Ibrahim, pejabat kenegaraan, dan pejabat polisi senior.

Shanmugam juga menyoroti pentingnya kerjasama keamanan dengan Malaysia, terutama dalam menanggulangi ancaman terorisme di kedua negara.

Ia mengingatkan bahwa pengalaman Singapura dengan kelompok teroris Jemaah Islamiyah (JI) pada tahun 2001 menjadi bukti nyata betapa pentingnya kerjasama lintas batas dalam menjaga keamanan.

“Dengan ideologi kekerasan ISIS yang masih berpengaruh di kawasan ini, dan didorong oleh jaringan virtual pendukungnya, narasi ekstremis telah meradikalisasi banyak individu, termasuk di Singapura. Selama ideologi ini masih ada, serangan dapat terus terjadi,” tegas Shanmugam.

Singapura juga terus meningkatkan langkah-langkah keamanannya menghadapi lonjakan pergerakan lintas batas. Khususnya melalui Causeway Johor-Singapura yang menjadi salah satu perlintasan perbatasan tersibuk di dunia.

Proyek Johor Bahru-Singapura Rapid Transit System (RTS) dijadwalkan selesai pada akhir 2026, yang diharapkan dapat memperkuat keamanan perbatasan kedua negara.

“Kami memiliki kerjasama dan pertukaran intelijen yang sangat erat dengan berbagai mitra asing, termasuk Special Branch Malaysia, yang sangat penting dalam menghadapi ancaman saat ini dan mendatang,” tambahnya.

Meskipun tidak ada ancaman spesifik saat ini, Shanmugam menekankan bahwa ISD telah mengidentifikasi 50 individu yang radikal di Singapura sejak 2015.

Langkah-langkah preventif terus diambil untuk mencegah potensi ancaman teroris di Singapura, dengan melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat melalui program SGSecure.

“Saya mengajak semua pihak dalam masyarakat untuk turut serta dalam menjaga keamanan, mengamati perilaku dan aktivitas mencurigakan, serta melaporkan hal tersebut kepada otoritas terkait,” pungkas Shanmugam. (*)

Sumber: cna

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO