Aksi Pencurian di Minimarket Terekam CCTV, Polsek Bengkong Amankan Pelaku

Aksi Pencurian di Minimarket Terekam CCTV, Polsek Bengkong Amankan Pelaku
Dua pelaku pencurian di mini market Bengkong berhasil dibekuk Polsek Bengkong berkat rekaman CCTV yang videonya viral di medsos (humas polresta barelang)

BATAM – Video rekaman Closed-Circuit Television (CCTV) yang memperlihatkan seorang pria mengenakan sweater berlogo Naruto mencuri di sebuah minimarket di Kelurahan Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, menjadi viral di media sosial. Pelaku mencuri 9 slop rokok dalam insiden tersebut.

Dari video yang diterima pada Rabu (10/7/2024), terlihat seorang pria berdiri di dekat meja kasir, berpura-pura berbelanja sambil mengawasi situasi sekitar.

Pria tersebut kemudian berlari keluar toko membawa satu kantong plastik berisi barang belanjaan dari meja kasir dan kabur menggunakan motor matic merek Honda Genio Bundel bersama seorang perempuan yang sudah menunggunya di luar.

KPU KEPRI

Kepala Polsek Bengkong, Iptu Doddy Basyir, melalui Kepala Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bengkong, Iptu Marihot Pakpahan, yang memimpin pengungkapan kasus ini, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Senin (8/7) pukul 15.18 WIB di sebuah minimarket di Jalan Ranai, RT 003/RW 011, Bengkong Polisi.

Pakpahan mengatakan bahwa pelaku mencuri saat karyawan toko sedang lengah.

“Kronologisnya ketika pelaku berbelanja rokok, lalu saat akan membayar pelaku beralasan dompetnya tertinggal di motor. Kemudian pelaku keluar dan kabur bersama pacarnya yang menunggu di atas motor dengan posisi sepeda motor menyala,” ujar Pakpahan di kantornya.

Pelaku yang ditangkap adalah anak di bawah umur berusia 17 tahun. Mereka ditangkap di kawasan Ruli Simpang DAM. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,6 juta.

“Pelaku yang diamankan kedua anak yang masih berusia 17 tahun. Keduanya kami amankan Rabu dinihari,” jelas Pakpahan.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolsek Bengkong. Mereka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 KUHP tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya 7 tahun. (den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO