Home Batam LAM Batam Ajak Warga Perkuat Persaudaraan di Tengah Krisis Listrik, Jerebu dan...

LAM Batam Ajak Warga Perkuat Persaudaraan di Tengah Krisis Listrik, Jerebu dan Air Bersih

Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad
Ketua LAM Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ketua Umum Lembaga Adat Melayu ( LAM ) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Kota Batam, Dato’ Wira Setia Utama Yang Mulia H Raja Muhamad Amin Ibni Raja Haji Muhammad, mengajak masyarakat memperkuat persaudaraan, menjaga ketenteraman, dan mengedepankan kebijaksanaan di tengah berbagai persoalan yang melanda Kota Batam.

Seruan tersebut disampaikan menyusul sejumlah persoalan yang menjadi perhatian masyarakat, mulai dari pemadaman listrik meluas yang sempat mengganggu aktivitas warga, asap jerebu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga persoalan pasokan air bersih di sejumlah kawasan.

Menurut Raja Muhamad Amin, berbagai tantangan tersebut perlu disikapi dengan kepala dingin, semangat kebersamaan, serta komitmen seluruh pihak untuk mencari solusi. Ia mengingatkan agar situasi yang sulit tidak membuat masyarakat kehilangan rasa persaudaraan dan saling menyalahkan.

“Mari kita jaga Batam kita agar tetap aman, damai, dan sejahtera. Apa pun keadaan yang kita hadapi, jangan sampai menghilangkan rasa persaudaraan, kesantunan, dan kebersamaan yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat kita,” pesannya.

Ia memahami bahwa berbagai persoalan yang berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari dapat menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Namun, ia mengajak warga tetap mengedepankan pikiran jernih dan memberikan ruang bagi upaya penyelesaian yang bertanggung jawab.

Ajak Masyarakat Menjadi Bagian dari Solusi

Raja Muhamad Amin menegaskan, kehidupan bermasyarakat membutuhkan keseimbangan antara penyampaian aspirasi, pelaksanaan tanggung jawab, dan kepercayaan terhadap pihak yang memiliki kewenangan serta keahlian untuk menangani persoalan.

Berbagai masalah yang menyangkut kepentingan publik, menurutnya, harus ditangani secara serius, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat mengutamakan langkah penyelesaian daripada memperkeruh keadaan.

“Marilah kita menjadi bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Berikan ruang kepada mereka yang memiliki ilmu, keahlian, dan amanah untuk menjalankan tanggung jawabnya. Kita dukung setiap ikhtiar yang baik demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, bersikap bijaksana bukan berarti menutup mata terhadap persoalan yang terjadi. Sebaliknya, kebijaksanaan diperlukan agar masyarakat dapat menyampaikan harapan dan kritik secara baik tanpa kehilangan kejernihan berpikir maupun rasa saling menghormati.

Dalam tradisi Melayu, musyawarah dan mufakat menjadi jalan untuk mempertemukan perbedaan pandangan. Kesantunan juga menjadi landasan penting agar perbedaan tidak berkembang menjadi perselisihan.

Falsafah Melayu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing, menurutnya, mengajarkan bahwa setiap tantangan membutuhkan kepedulian dan kesediaan untuk saling membantu.

“Kalau ada yang perlu diperbaiki, mari kita perbaiki dengan cara yang baik. Kalau ada yang perlu diselesaikan, mari kita kedepankan musyawarah dan kebijaksanaan. Jangan sampai keadaan yang sulit membuat kita saling menyalahkan dan kehilangan rasa persaudaraan,” katanya.

Jaga Kerukunan di Tengah Keberagaman Batam

Raja Muhamad Amin juga mengingatkan bahwa Batam merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari beragam suku, agama, budaya, dan latar belakang.

Kemajuan kota ini tidak hanya ditopang pembangunan infrastruktur, industri, perdagangan, dan investasi, tetapi juga oleh kemampuan masyarakatnya menjaga kerukunan serta hidup berdampingan dalam keberagaman.

Menurutnya, keharmonisan sosial merupakan modal penting bagi keberlanjutan pembangunan. Kemajuan ekonomi akan lebih bermakna apabila masyarakat juga merasakan keamanan, kenyamanan, dan ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari.

Ia mengajak para pemimpin daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, kalangan dunia usaha, serta seluruh warga untuk mengambil peran dalam menjaga situasi Batam tetap kondusif.

Masing-masing pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan Batam tetap menjadi tempat yang nyaman bagi masyarakat untuk bekerja, membangun keluarga, dan menyiapkan masa depan generasi berikutnya.

“Kita mungkin datang dari berbagai daerah, membawa adat dan budaya yang berbeda. Tetapi, ketika hidup di Batam, kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga negeri ini. Jangan biarkan perbedaan mengurangi kasih sayang dan kepedulian di antara kita,” tuturnya.

Ia berharap semangat kebersamaan tersebut tetap terpelihara, terutama ketika masyarakat menghadapi persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Jadikan Adat Melayu sebagai Penuntun Sikap

Sebagai pemangku adat, Raja Muhamad Amin menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai luhur Melayu dalam kehidupan masyarakat modern.

Baginya, adat bukan sekadar pakaian kebesaran, gelar kehormatan, atau rangkaian upacara. Adat juga merupakan tuntunan moral yang mengajarkan manusia menjaga hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Salah satu nilai yang dikenal dalam khazanah Melayu adalah ungkapan adat bersendikan syarak, syarak bersendikan Kitabullah. Nilai tersebut mengingatkan masyarakat agar menjalani kehidupan dengan berpegang pada kebaikan, keadilan, dan tanggung jawab.

Ia berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi pedoman dalam menghadapi berbagai persoalan yang terjadi di Batam.

Para pemegang amanah diharapkan menjalankan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh dan bijaksana. Sementara itu, masyarakat dapat berkontribusi dengan saling membantu, menjaga ketertiban, serta menyampaikan aspirasi secara santun dan konstruktif.

Raja Muhamad Amin juga mengingatkan bahwa kesabaran tidak berarti menyerah terhadap keadaan. Kesabaran perlu disertai ikhtiar, tanggung jawab, dan keyakinan bahwa setiap persoalan harus diupayakan penyelesaiannya.

Berharap Batam Tetap Aman, Damai, dan Sejahtera

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat, Raja Muhamad Amin mengajak seluruh warga tetap menjaga optimisme dan tidak membiarkan kegelisahan berkembang menjadi prasangka maupun perpecahan.

Ia menilai, kehidupan sebuah kota membutuhkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan komunikasi yang baik dan semangat kebersamaan, berbagai persoalan diharapkan dapat ditangani demi kepentingan bersama.

Baginya, Batam bukan sekadar tempat mencari penghidupan, melainkan rumah yang harus dirawat dengan rasa memiliki, kasih sayang, dan tanggung jawab bersama.

“Mari kita rawat Batam dengan hati yang baik, kita jaga dengan akal budi, dan kita bangun dengan semangat persaudaraan. Negeri ini adalah tempat kita hidup bersama. Sudah sepatutnya kita menjaganya bersama-sama,” pesannya.

Raja Muhamad Amin turut mengajak masyarakat mendoakan agar Batam senantiasa mendapat perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT.

Ia berharap setiap kesulitan menemukan jalan keluar, setiap ikhtiar yang baik membuahkan hasil, dan seluruh masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tenteram, serta sejahtera.

“Semoga Allah SWT senantiasa melindungi negeri kita, memberikan kekuatan dan kebijaksanaan kepada para pemimpin, serta melimpahkan kedamaian dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat Batam,” tutupnya. (rd)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri