WARTAKPEIR.co.id BATAM – Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI) DPD Kepri kembali dipercaya menggelar pelatihan Fumigasi berskala nasional. Sebanyak 21 peserta perwakilan dari Balai Karantina Kesehatan Kota Batam, Kota Banjarmasin, Kota Palu dan Kota Kendari akan mendapatkan pelatihan pengawasan Fumigasi Kapal selama 6 hari di Bapelkes Batam- Marina Sekupang.
Hadir langsung dalam pelatihan ini Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) ASPPHAMI (Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia) Ir. Zulkirman, MM, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam, Ahmad Hidayat, SKM., M.Epid dan Ketua ASPPHAMI Kepri Said Kadir SE.
Kegiatan ini langsung dibuka oleh Ahmad Hidayat, SKM., M.Epid dengan simbolis menyerahkan id Card peserta.
Dijelaskan Zulkirman, Fumigasi adalah metode pengendalian hama dengan mengisi ruang tertutup atau kedap udara menggunakan gas kimia khusus atau fumigan (seperti metil bromida atau fosfin) untuk membasmi hama secara menyeluruh hingga ke telur.
Untuk praktek di kapal, fumigasi menyasar hama seperti tikus yang dapat merusak system perkabelan di kapal. Proses pemeriksaan mulai dari anjungan hingga kamar mesin kapal.
“Total ada 21 peserta yang merupakan ASN dari Balai Karantina Kesehatan. Mereka mengikuti pelatihan spesifikasi sebagai pengawas. 21 peserta inilah yang akan melihat dan mensertifikasi apakah perusahaan atau pihak swasta yang melakukan kerja Fumigasi di area kapal telah layak atau tidak. Kita akan beri pelatihan teori dan sekaligus praktek langsung di kapal,” kata Zulkirman , Senin (21/9/2026) di Bapelkes Batam- Marina Sekupang.

Ditambahkan Zulkirman, untuk saat ini anggota ASPPHAMI mencapai 583 perusahaan se Indonesia, tapi yang memiliki izin khusus Fumigasi di Perkapalan dan Pesawat angkut Terbang ada 120 an perusahaan.
” 120 perusahaan inilah yang nanti akan mendapat pengawasan dari petugas BKK yang ikut pelatihan ini. Baik pengawasan di Batam, Tanjung Periuk, Tanjung Perak dan Tanjung Mas, Pelatihan di Banjarmasin dan Makassar,” kata Zulkirman lagi.
Sementara itu, Ketua ASPPHAMI Kepri Said Kadir SE menambahkan untuk perusahaan Fumigasi perkapalan di Kepri ada 8 perusahaan yang terbagi tiga perusahaan di Batam, Karimun dan Tanjungpinang.
Terkait untuk kegiatan pelatihan pengawasan ASN Karantina ini, selain pelatihan teori pelatihan langsung di Kapal dilaksanakan pada hari Kamis.
“Peserta harus paham bagaimana teknik dan cara pengecek hasil fumigasi yang telah dilakukan pihak swasta di kapal nantinya. Inilah poin pentingnya,” kata Said Kadir.
Terakhir, Zulkirman berharap pelatihan ini mampu menjawab kebutuhan petugas atau ASM Karantina dalam menilai hasil kerja perusahaan Fumigasi.
” Harapan kami agar peserta bisa melaksanakan tugas pengawasan ke anggota kami sesuai SOP dan peraturan yang diberlakukan. Dan, berharap perlakuan setera dari petugas ke anggota kami,” tutup Zulkirman.
@wartakepri Berita Tiktok – Sebanyak 21 Petugas Balai Kekarantinaan Kesehatan se Indonesia Ikuti Pelatihan Pengawasan Fumigasi Kapal di Kota Batam #karantinakesehatan #fumigasi #fumigasikapal #Batam #ASPPHAMI ♬ original sound – WartaKepri
Tulisan Dedy Suwadha





























