
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Masyarakat Kabupaten Karimun kini memiliki akses yang lebih dekat terhadap layanan penanganan penyakit jantung.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani telah dilengkapi fasilitas Cath Lab (Catheterization Laboratory), guna mendukung pemeriksaan dan tindakan medis terkait penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah Pemerintah Kabupaten Karimun dalam memperkuat layanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang selama ini menghadapi tantangan jarak ketika membutuhkan pelayanan jantung tertentu.
Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, menyebut, keberadaan Cath Lab sebagai perkembangan penting dalam pelayanan kesehatan di daerah.
“Ini merupakan sebuah lompatan besar bagi layanan kesehatan kita. Kehadiran fasilitas Cath Lab ini secara signifikan meminimalisir keharusan pasien untuk dirujuk jauh ke luar daerah seperti Jakarta,” ujar Iskandarsyah, Senin (21/9/2026).
Dengan tersedianya fasilitas tersebut, kata Iskandarsyah, pasien yang membutuhkan pemeriksaan maupun tindakan berbasis kateterisasi dapat memperoleh layanan lebih dekat.
“Penanganan yang lebih cepat juga diharapkan dapat mengurangi beban perjalanan dan biaya yang harus ditanggung pasien serta keluarga,” imbuhnya.
Meski layanan jantung di Karimun semakin diperkuat, kata Iskandarsyah bukan berarti seluruh kasus dapat ditangani di daerah.
“Untuk pasien dengan kondisi yang lebih berat atau membutuhkan penanganan berisiko tinggi dan layanan subspesialistik tertentu, sistem rujukan tetap diperlukan,” pungkasnya.
Pemkab Karimun sendiri kata Iskandarsyah telah berkoordinasi dengan tenaga ahli di bidang kardiologi akan terus dilakukan, termasuk bersama dr. Afdhalun Anwar Hakim, untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai tingkat kebutuhan medisnya.
“Artinya, keberadaan Cath Lab bukan untuk menggantikan sistem rujukan, melainkan memperkuat kemampuan pelayanan jantung di Karimun sehingga sebagian kebutuhan pasien dapat ditangani lebih dekat dengan tempat tinggal mereka,” ucap Iskandarsyah.
Ia berujar, pengembangan layanan jantung juga diarahkan untuk membantu penanganan penyakit jantung bawaan pada anak, termasuk kasus yang oleh masyarakat sering disebut sebagai “jantung bocor”.
Pemkab Karimun mendorong kolaborasi dengan dokter spesialis jantung anak serta Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI).
“Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat proses skrining, diagnosis, serta menentukan tindakan medis yang diperlukan bagi anak-anak dengan dugaan kelainan jantung,” harap Iskandarsyah.
Langkah tersebut menurutnya penting, karena kelainan jantung bawaan dapat membutuhkan penanganan sejak dini.
“Semakin cepat kondisi diketahui, semakin cepat pula anak dapat memperoleh evaluasi dan rencana penanganan yang sesuai,” katanya.
Bupati Iskandarsyah mengingatkan, peningkatan fasilitas rumah sakit perlu berjalan beriringan dengan upaya pencegahan di masyarakat.
“Mari terapkan pola makan bergizi seimbang, rutin berolahraga, hentikan kebiasaan merokok, dan jangan ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan kita untuk kontrol berkala,” imbaunya.
Bagi masyarakat, kata Iskandarsyah, pemeriksaan seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk mengetahui faktor risiko penyakit jantung.
“Namun, hasil pemeriksaan skrining bukan berarti diagnosis akhir. Jika ditemukan kelainan atau faktor risiko, masyarakat tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga medis untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut,” tutur Iskandarsyah.
Dengan semakin tersedianya layanan jantung di RSUD Muhammad Sani, masyarakat Karimun diharapkan tidak hanya mengetahui bahwa fasilitas baru telah tersedia, tetapi juga semakin memahami pentingnya mengenali faktor risiko, melakukan pemeriksaan secara berkala, dan segera mencari pertolongan medis ketika mengalami gejala yang mengarah pada gangguan jantung.
“Penguatan layanan di daerah pada akhirnya bukan hanya soal tersedianya teknologi medis, tetapi juga memastikan masyarakat mengetahui kapan harus memeriksakan diri dan mendapatkan penanganan yang tepat,” tandasnya.
Pengenalan fasilitas Cath Lab tersebut turut dirangkaikan dengan peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 tingkat regional melalui sinergi Pemkab Karimun, PERKI Kepri, dan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Kabupaten Karimun.
Masyarakat mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis, antara lain pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan elektrokardiogram (EKG) untuk membantu memeriksa aktivitas listrik jantung.
Kegiatan juga diisi dengan senam bersama, jalan santai, serta talkshow kesehatan bersama dokter spesialis.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























