
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tidak pernah terbayangkan oleh Angga Saputra, berawal dari ajakan seorang teman untuk bergabung dengan tim barongsai pada 2016 lalu, akan menjadi awal perjalanan panjangnya menuju prestasi gemilang di dunia olahraga.
Berawal dari sekadar mencoba, pemuda kelahiran Meral, Kabupaten Karimun, 27 Mei 2001, itu kini menjelma menjadi salah satu atlet barongsai kebanggaan daerah.
Dedikasi dan konsistensinya mengantarkan Angga meraih enam medali emas dari dua edisi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kepulauan Riau, yakni pada 2022 dan 2026.
Di balik setiap medali yang diraihnya, tersimpan kisah tentang disiplin, kerja keras, ketekunan, serta kecintaan terhadap olahraga yang awalnya tidak pernah ia bayangkan akan menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Perjalanan Angga di dunia barongsai dimulai ketika dirinya baru lulus SMA pada 2016. Saat itu, ia tidak memiliki ambisi besar untuk menjadi atlet berprestasi.
“Saya mulai menggeluti olahraga barongsai ini pada tahun 2016 saat baru lulus dari SMA. Awalnya saya diajak oleh seorang teman untuk gabung ke tim barongsainya dia, dan saya coba-coba lah ikut,” ungkap Angga, Jum’at(6/11/2026).
Namun, sesuatu yang awalnya hanya coba-coba perlahan berubah menjadi kecintaan.
Setelah beberapa kali menjalani latihan, Angga mulai menemukan kebahagiaan tersendiri dalam olahraga barongsai.
Ia semakin tertarik untuk mendalami setiap gerakan, mengasah kemampuan, serta meningkatkan kedisiplinan dalam berlatih.
“Dari situlah tekad saya mulai tumbuh. Barongsai bukan lagi sekadar kegiatan mengisi waktu luang, melainkan olahraga yang ingin ia tekuni dengan serius,” katanya.
Angga pun mulai memahami, prestasi tidak datang secara instan. Ada proses panjang yang harus dilalui, mulai dari latihan rutin, membangun kekuatan fisik, hingga menempa mental agar mampu menghadapi persaingan.
Perjuangan Angga akhirnya membuahkan hasil membanggakan pada Porprov Kepri 2022.
Dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut, ia berhasil menyumbangkan tiga medali emas untuk Kabupaten Karimun melalui cabang olahraga barongsai pada kategori Tradisional, Zou Tou, dan Cuo Thu.
“Prestasi ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier saya. Namun, bagi saya, keberhasilan tersebut bukanlah alasan untuk berhenti berjuang,” imbuhnya.
Empat tahun berselang, ia kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya pada Porprov Kepri 2026 yang berlangsung di Kota Tanjungpinang.
Dengan semangat dan persiapan yang matang, Angga kembali menorehkan prestasi luar biasa. Ia sukses meraih tiga medali emas pada kategori Ketangkasan Chuo Thou, Halang Rintang, dan Barongsai Kecepatan.
Total enam medali emas dari dua edisi Porprov menjadi bukti konsistensi Angga dalam menjaga performa dan mengembangkan kemampuannya sebagai atlet.
Di tengah perjuangan Kabupaten Karimun untuk meningkatkan peringkat dari posisi keempat pada Porprov 2022, kontribusi para atlet barongsai menjadi sangat berarti.
Dari 15 medali emas yang telah diraih Kabupaten Karimun pada Porprov 2026, enam di antaranya berasal dari cabang olahraga barongsai. Tiga medali emas yang disumbangkan Angga menjadi bagian penting dari pencapaian tersebut.
Bagi Angga, keberhasilan meraih medali emas bukan semata-mata hasil perjuangan pribadi.
Ia menyadari bahwa perjalanan seorang atlet tidak pernah benar-benar dilakukan sendirian. Ada keluarga yang selalu memberikan dukungan, pelatih dan official yang membimbing, serta rekan-rekan satu tim yang bersama-sama menjalani proses latihan dan perjuangan.
Dengan penuh rasa syukur, Angga mempersembahkan pencapaiannya kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan kariernya.
“Rasa syukur atas raihan ini saya dedikasikan untuk Ayah, Ibu serta keluarga saya dan juga jajaran official sekaligus rekan-rekan satu tim yang telah memberikan kepercayaan penuh, menempa mental saya dan menemani perjuangan saya mulai dari nol. Tanpa dukungan solid dari semua pihak tersebut, saya bukanlah apa-apa,” sebut Angga.
Pengakuan tersebut menjadi motivasi di balik seorang atlet yang berdiri di podium kemenangan, ada banyak orang yang turut berperan dalam membentuk keberhasilannya.
Perjalanan Angga juga tidak selalu dihiasi kemenangan.
Pada 2023, ia mendapat kesempatan mewakili Provinsi Kepulauan Riau dalam cabang olahraga barongsai pada ajang Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera XI yang berlangsung di Kota Pekanbaru.
Dalam kompetisi tersebut, Angga berhasil meraih dua medali perak.
Meski belum berhasil membawa pulang medali emas, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya. Kompetisi di tingkat wilayah memberikan kesempatan baginya untuk mengukur kemampuan, memperluas pengalaman, dan semakin memahami tantangan yang harus dihadapi sebagai atlet.
Bagi Angga, setiap pertandingan adalah proses pembelajaran. Kemenangan menjadi motivasi untuk terus berkembang, sementara hasil yang belum sesuai harapan menjadi pengingat untuk berlatih lebih keras.
Sikap inilah yang membuatnya terus bertahan dan konsisten menekuni olahraga barongsai hingga saat ini.
Enam medali emas Porprov Kepri bukanlah akhir dari perjalanan Angga Saputra.
Di usianya yang masih muda, ia memiliki harapan besar untuk terus berkembang dan membawa olahraga barongsai Kabupaten Karimun maupun Provinsi Kepulauan Riau ke level yang lebih tinggi.
Ia bertekad untuk terus meningkatkan kemampuan, menjaga kedisiplinan, serta mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi mendatang.
“Ke depannya saya akan terus berlatih tanpa lelah demi menjadi atlet barongsai yang lebih profesional dan saya akan membawa nama baik daerah serta cabang olahraga barongsai ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.
Kisah Angga Saputra menjadi salah satu prestasi besar tidak selalu berawal dari mimpi yang megah. Terkadang, semuanya dimulai dari keberanian mencoba sesuatu yang baru.
Dari ajakan seorang teman, tumbuh kecintaan. Dari kecintaan, lahir kedisiplinan. Dan dari kedisiplinan yang dijalani dengan tekun, tercipta prestasi yang membanggakan.
Angga membuktikan bahwa, siapa pun memiliki kesempatan untuk berkembang dan mengukir prestasi, selama mau berproses, tidak mudah menyerah, serta menghargai setiap langkah perjuangan.
Enam medali emas yang diraihnya bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan dukungan orang-orang terdekat dapat membawa seseorang melampaui batas yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan.
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























