Home Berita Utama Natuna Dilanda Lonjakan Kasus DBD, Pemerintah Galakkan Perang Melawan Wabah

Natuna Dilanda Lonjakan Kasus DBD, Pemerintah Galakkan Perang Melawan Wabah

Nyamuk DBD
Nyamuk DBD
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Natuna menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah Dengue (DBD) menyusul lonjakan kasus yang mengkhawatirkan. Puluhan warga telah terinfeksi virus berbahaya yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini, memicu kekhawatiran akan kesehatan masyarakat dan stabilitas sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, menyampaikan bahwa penetapan status KLB DBD ini diambil setelah melalui pertimbangan matang dan analisis mendalam terhadap data epidemiologi yang menunjukkan tren peningkatan kasus yang signifikan.

Dengan status KLB, pemerintah daerah akan menggerakkan seluruh sumber daya yang ada untuk mengatasi wabah ini secara komprehensif dan terpadu. Langkah-langkah strategis telah disusun untuk menekan laju penularan DBD dan melindungi masyarakat dari ancaman penyakit ini.

Salah satu fokus utama adalah peningkatan surveilans epidemiologi, di mana petugas kesehatan akan secara aktif memantau dan mencatat setiap kasus DBD yang muncul, termasuk lokasi geografis, usia, dan riwayat perjalanan pasien. Data ini akan digunakan untuk memetakan sebaran kasus dan mengidentifikasi daerah-daerah yang menjadi hotspot penularan.

Selain itu, pemerintah daerah akan menggencarkan kegiatan fogging (pengasapan) massal di wilayah-wilayah yang teridentifikasi sebagai sarang nyamuk Aedes aegypti. Fogging akan dilakukan secara berkala dan terjadwal untuk membunuh nyamuk dewasa yang berpotensi membawa virus DBD.

Upaya ini akan didukung dengan pemberian bubuk abate kepada masyarakat, yang dapat digunakan untuk membunuh jentik nyamuk di tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan vas bunga.

Sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat juga menjadi prioritas utama dalam penanganan KLB DBD ini.

“Pemerintah daerah akan menggandeng berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat, tokoh agama, dan lembaga pendidikan, untuk menyampaikan informasi mengenai pencegahan DBD secara luas. Materi edukasi akan mencakup cara-cara untuk menghindari gigitan nyamuk, pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, serta gejala-gejala DBD yang perlu diwaspadai,” kata Hikmad kepada Wartakepri.co.id, Senin (29/7/2024).

Dia menjelaskan penelitian ini untuk mengetahui penyebab yang pasti tentang warga di daerah tersebut yang terserang DBD.Jika penyakit tersebut disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti maka akan dilakukan pengasapan dan pembersihan tempat yang berpotensi menjadi wadah nyamuk itu berkembang biak.

“Iya benar, total penderita sejak awal Januari hingga sekarang sekitar 75 orang, tetapi sudah banyak yang sembuh, belum ada sampai merengut nyawa,” ucap Hikmad.

Uji epidemiologi tersebut, katanya, dilakukan dalam radius 100 meter dari tempat kasus dilaporkan terjadi, sedangkan pengasapan dilakukan dalam radius tersebut.

Menurut Hikmad, pemberantasan jentik hal yang penting, sedangkan pengasapan merupakan upaya lanjutan, setelah adanya uji epidemiologi dilakukan oleh para ahli.

“Kita harus cari tahu penyebabnya. Pasalnya, jika kita langsung lakukan fogging (pengasapan) jentik dan nyamuk berpotensi menjadi kebal,” kata dia.

Selain itu, pemerintah daerah juga akan meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di seluruh fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit. Tenaga medis akan diberikan pelatihan khusus mengenai penanganan kasus DBD, termasuk tata laksana klinis, pemberian cairan infus, dan pemantauan tanda-tanda bahaya.

“Stok obat-obatan dan peralatan medis yang dibutuhkan juga akan dipastikan tersedia dalam jumlah yang cukup,” paparnya.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Natuna untuk bersatu padu dalam memerangi DBD. Mari kita jaga kebersihan lingkungan, hindari gigitan nyamuk, dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala DBD. Bersama-sama, kita pasti bisa mengatasi tantangan ini,” ujar Hikmat Aliansyah.

Penetapan status KLB DBD ini diharapkan dapat menjadi titik balik dalam perjuangan melawan wabah ini. Dengan dukungan dan partisipasi aktif dari seluruh masyarakat, pemerintah daerah optimis dapat menekan angka kasus DBD dan mengembalikan Natuna ke kondisi yang sehat dan aman.

fogging (pengasapan) di daerah-daerah yang teridentifikasi
fogging (pengasapan) di daerah-daerah yang teridentifikasi

Lonjakan Kasus DBD

Hingga pertengahan tahun ini, tercatat 75 warga telah terjangkit penyakit yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti ini. Angka ini sangat mengkhawatirkan mengingat tahun sebelumnya, Natuna berhasil mempertahankan status nihil kasus DBD.

Lonjakan kasus DBD ini telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan otoritas kesehatan. Berdasarkan data Dinkes Natuna, kasus DBD tersebar di berbagai wilayah di kabupaten ini, dengan Kecamatan Bunguran Timur menjadi salah satu wilayah dengan kasus tertinggi. Penderita DBD tidak hanya berasal dari kalangan anak-anak, tetapi juga orang dewasa, menunjukkan bahwa virus ini dapat menginfeksi siapa saja tanpa pandang usia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Natuna, Wan Iswandi, mengungkapkan,  Kombinasi faktor lingkungan yang mendukung perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, seperti genangan air dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, turut memperparah penyebaran virus ini.

Dinkes Natuna tidak tinggal diam menghadapi situasi ini. Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengendalikan penyebaran DBD, mulai dari penyelidikan epidemiologi untuk melacak sumber penularan, fogging (pengasapan) di daerah-daerah yang teridentifikasi sebagai sarang nyamuk, hingga pemberian bubuk abate kepada masyarakat.

Selain itu, sosialisasi dan edukasi mengenai pencegahan DBD juga gencar dilakukan, termasuk melalui media massa dan kegiatan penyuluhan di tingkat desa/kelurahan.

Upaya pencegahan DBD tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat. Dengan menjaga kebersihan lingkungan, menghindari gigitan nyamuk, dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala DBD, kita dapat bersama-sama memutus rantai penularan penyakit ini dan melindungi diri serta keluarga dari ancaman DBD.

(Riky)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp