WARTAKEPRI.CO.ID – Natuna akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 5 Mega Watt (MW) di Padang Angus Kecamatan Bunguran Selatan.
Rangkaian ini merupakan tindak lanjut dari audiensi managemen PLN yang dipimpin oleh Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, bersama Asisten II, Forkopimda, dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau, Parulian Noviandri serta Manajer PLN ULP Ranai Natuna, Boni Sofianto, pada awal 2024 lalu.

Kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Natuna dan PT PLN (Persero) ini berkomitmen untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik di wilayah tersebut. PLTS merupakan sistem pembangkit listrik yang mengkonversi energi matahari menjadi energi listrik menggunakan panel surya.
Dimana nantinya, PLTS Padang Angus diatas lahan belasan hektar tersebut, diharapkan menjadi tonggak penting dalam transformasi energi di Natuna. Dengan memanfaatkan potensi sinar matahari yang melimpah, PLTS ini akan menghasilkan energi bersih dan terbarukan, mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbahan bakar fosil.
Selain berkontribusi pada pelestarian lingkungan, PLTS ini juga akan memperkuat ketahanan energi di Natuna, memastikan pasokan listrik yang stabil dan handal bagi masyarakat.
Bupati Natuna, Wan Siswandi, menjelaskan bahwa meskipun saat ini ada kelebihan pasokan listrik sebesar 4 MW, hal ini belum cukup untuk mengatasi masalah yang mungkin terjadi di masa depan.
“Kita harapkan dengan tambahan 5 MW dari PLTS Padang Angus, diharapkan Natuna akan memiliki cadangan listrik yang cukup untuk menjaga pasokan listrik tetap stabil dan handal bagi masyarakat,” ujar Bupati, Di Ranai Rabu (31/7/2024).
Nantinya, Kehadiran PLTS ini sangat dinantikan oleh berbagai sektor di Natuna. Sektor industri, misalnya, akan mendapatkan kepastian pasokan listrik yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional mereka secara optimal.
Sektor pariwisata juga akan merasakan manfaatnya, dengan meningkatnya kualitas layanan dan daya tarik destinasi wisata di Natuna. “Sementara itu, masyarakat umum akan menikmati akses listrik yang lebih luas dan merata, meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka,” lanjut Bupati Wan siswandi.
Pembangunan PLTS Padang Angus merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Natuna untuk meningkatkan infrastruktur energi di wilayahnya.
Sebelumnya, Natuna telah berhasil mencapai 100% elektrifikasi desa, memastikan bahwa seluruh masyarakat memiliki akses listrik. Kini, dengan hadirnya PLTS ini, Natuna semakin mantap melangkah menuju era baru energi bersih dan berkelanjutan.
PLTS Padang Angus diproyeksikan akan beroperasi pada tahun ini. Dengan kapasitas 5 MW, PLTS ini akan menambah surplus pasokan listrik di Natuna menjadi 9 MW.
Surplus ini akan menjadi cadangan yang sangat berharga untuk mengantisipasi lonjakan permintaan listrik atau gangguan teknis pada pembangkit listrik yang ada. Dengan demikian, masyarakat Natuna dapat merasa tenang dan yakin bahwa kebutuhan listrik mereka akan terpenuhi secara optimal.
Tidak hanya meningkatkan ketahanan energi, PLTS Padang Angus juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Pembangunan dan pengoperasian PLTS ini akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Natuna. Selain itu, PLTS ini juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya energi terbarukan dan pelestarian lingkungan,” ujar Ramyulis Piliang, Tokoh Masyarakat Natuna.
Dia berpendapat, Dengan segala potensi dan manfaat yang dimilikinya, PLTS Padang Angus menjadi simbol harapan bagi masa depan Natuna. “PLTS ini bukan hanya sekadar pembangkit listrik, tetapi juga merupakan wujud komitmen bersama untuk membangun Natuna yang lebih maju, mandiri, dan berkelanjutan,” lugas Tokoh Pers yang di segani di pulau terluar ini.
(Rky)



























