Home Berita Utama Medco EP Natuna Mengukir Sejarah Aliran Gas Perdana dari Proyek West Belut...

Medco EP Natuna Mengukir Sejarah Aliran Gas Perdana dari Proyek West Belut Mengalir Lebih Cepat dari Target

Proyek West Belut, yang ditemukan pada akhir 2020, merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tim Medco E&P, serta dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.
Proyek West Belut, yang ditemukan pada akhir 2020, merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tim Medco E&P, serta dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.CO.ID – Sebuah tonggak bersejarah telah dicapai di industri migas Indonesia. Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) hari ini meresmikan aliran gas perdana dari Proyek West Belut yang terletak di Wilayah Kerja B Laut Natuna Selatan.

Proyek ini bukan hanya berhasil diselesaikan lebih cepat dari target awal, yaitu Oktober 2024, tetapi juga menjadi simbol nyata komitmen Indonesia dalam meningkatkan produksi gas nasional dan mendorong transisi energi bersih.

Proyek West Belut, yang ditemukan pada akhir 2020, merupakan bukti nyata dari kerja keras dan dedikasi tim Medco E&P, serta dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas.

WhasApp

Proyek ini melibatkan pembangunan platform kepala sumur berkapasitas produksi 55 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), instalasi pipa bawah laut sepanjang 12 km yang menghubungkan platform West Belut dengan pipa South Belut yang sudah ada, serta modifikasi fasilitas Central Processing Platform (CPP) di North Belut.

Total investasi proyek ini mencapai USD 84 juta atau sekitar Rp 1,3 triliun, sebuah investasi signifikan yang diharapkan akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) resmi memulai aliran gas perdana dari Proyek West Belut di Wilayah Kerja B Laut Natuna Selatan.
Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco E&P Natuna Ltd. (Medco E&P) resmi memulai aliran gas perdana dari Proyek West Belut di Wilayah Kerja B Laut Natuna Selatan.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan proyek ini. “Kolaborasi antara SKK Migas dan Medco E&P adalah contoh sinergi yang baik dalam meningkatkan produksi gas nasional.

Proyek ini membuktikan bahwa kerja sama erat antara SKK Migas dan KKKS dapat menghasilkan capaian signifikan dalam waktu singkat,” ujar Dwi.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya akan meningkatkan produksi gas nasional, tetapi juga akan memberikan kontribusi penerimaan negara yang signifikan, diperkirakan mencapai USD 41,7 juta atau setara Rp 641,2 miliar.

Salah satu aspek yang paling menonjol dari Proyek West Belut adalah komitmennya terhadap keberlanjutan dan teknologi ramah lingkungan.

Platform yang digunakan dalam proyek ini sepenuhnya menggunakan tenaga surya, sebuah inovasi yang sejalan dengan visi Indonesia untuk bertransisi menuju energi bersih dan mengurangi emisi karbon.

“Platform tenaga surya ini adalah salah satu inovasi yang kami dorong di industri migas. Ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk mendukung transisi energi dan mengurangi jejak karbon,” tambah Dwi.

Direktur dan Chief Operating Officer Medco E&P, Ronald Gunawan, juga mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian ini.

“Pengiriman gas perdana dari Proyek West Belut adalah bukti kerja keras tim kami dan dukungan penuh dari Kementerian ESDM dan SKK Migas,” katanya.

Beliau juga menekankan bahwa keberhasilan ini akan menjadi motivasi bagi Medco E&P untuk terus berkontribusi dalam pengembangan industri migas Indonesia.

Proyek West Belut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang positif. Proyek ini telah menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal dan memberikan kontribusi pada pengembangan infrastruktur di wilayah Natuna.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan dapat meningkatkan ketahanan energi nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Keberhasilan Proyek West Belut diharapkan dapat menjadi inspirasi dan acuan bagi pengembangan proyek-proyek hulu migas lainnya di masa depan. SKK Migas juga menekankan pentingnya dokumentasi pembelajaran dari proyek ini, termasuk strategi manajemen proyek, inovasi teknologi, dan praktik keberlanjutan, untuk dijadikan referensi bagi proyek-proyek mendatang.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, Indonesia dapat terus memajukan industri migasnya dan mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.

(Rk)

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O