
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Banyak cara untuk memperluas dimensi syiar dan dakwah Islam dalam meningkatkan penyebaran ajaran Islam dan nilai-nilainya kepada lapisan masyarakat dengan cara yang lebih luas dan efektif.
Salah satunya yang dilakukan oleh Rihlah Community Tanjungpinang. Komunitas yang dibentuk pada tanggal 5Juni 2024 lalu tersebut menggelar kegiatan “Goes To Batam”.
Kehadiran para jemaah pengajian ini disambut hangat dan antusias oleh para jemaah Masjid Al Khoir dan Masjid Al Munawaroh, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Kegiatan Rihlah Community bekerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kepulauan Riau, yang diselenggarakan pada hari Sabtu 14 hingga Senin 16 Juni 2025.
Ketua Rihlah Community, Nasrul Caniago menyebut, kegiatan “Goes To Batam” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati milad Rihlah Community Tanjungpinang yang pertama.
“Strategi untuk menjangkau lebih banyak jemaah pengajian sekaligus memperkuat pemahaman dan praktik ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasrul, Selasa, 17 Juni 2025.
“Serta pemanfaatan berbagai media dan pendekatan. Rihlah sendiri mengandung makna “Perjalanan”, perjalanan menuntut sekaligus menyebarkan ilmu agama,” tambah Nasrul.
Pelaksanaan ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya masih kata Nasrul berupa belajar Tilawah, Taksin, ceramah dan khotbah.
“Kegiatan dipusatkan pada Masjid Zulfirdaus Bintan Center, rutin setiap hari Selasa selepas Bada Shalat Isya dan selanjutnya kami keliling dari satu masjid ke masjid lainnya, khususnya di Kepulauan Riau,” beber Nasrul.
Nasrul menambahkan, Rihlah Community sendiri merupakan komunitas yang beranggotakan berbagai profesi, diantaranya pengusaha, PNS hingga pegawai swasta dan nelayan.
“Kegiatan Rihlah Goes To Batam merupakan momentum untuk membangun dan memperluas dimensi syiar dan dakwah Islam,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Kota Tanjungpinang sekaligus pembina Rihlah Community, Ustadz Rizha Hafis menjelaskan, untuk memperluas ukhuwah itu sendiri, dapat menghidupkan amalan masjid dan kesempatan untuk untuk memperbaiki diri melalui muhasabah, taubat serta amalan sholih lainnya.
“Kami ingin membuat terobosan, satu spirit baru, bahwa Rihlah (perjalanan) bukan hanya sekedar perpindahan dari satu tempat ke tempat yang lain saja, melainkan Rihlah dapat menjadi sebuah perjalanan yang bahagia, menyenangkan, tetap berasaskan ketaatan dan kepatuhan, selalu mengingat Allah SWT,” ucap Ustadz Rizha.
Kegiatan ini kata Ustadz Rizha, menjadi salah satu cara untuk memberikan suasana yang tenang dan menyejukkan di tengah kehidupan yang fana dan penuh dengan dinamika.
“Syiar Islam ini sekaligus memperkenalkan, mengajak hingga memotivasi orang untuk memahami serta mengamalkan ajaran agama Islam dengan penuh kesadaran,” tandasnya.(Maulana)
























