Home Karimun Hari Jadi Karimun Dalam Kalender Event 2026 Dibuang, Marwah Karimun Dipertanyakan

Hari Jadi Karimun Dalam Kalender Event 2026 Dibuang, Marwah Karimun Dipertanyakan

Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah.(Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Keputusan Dinas Pariwisata Kabupaten Karimun merilis 20 daftar event tahunan untuk tahun 2026 memicu gelombang protes dan kecaman keras.

Pasalnya, peringatan Hari Jadi Karimun yang jatuh setiap tanggal 1 Mei secara mengejutkan lenyap dari agenda resmi pemerintah daerah.

Keputusan ini memicu pertanyaan besar di tengah masyarakat. Bagaimana mungkin 20 event lain bisa terdanai, namun hari lahir kabupaten sendiri justru dianaktirikan.

WhasApp

Kini, bola panas ada di tangan Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun. Jika tidak segera diambil langkah komunikasi dan revisi, kredibilitas Pemkab Karimun dalam menjaga marwah dan budaya Karimun terancam jatuh di titik terendah.

Ironisnya, absennya hari bersejarah ini terjadi justru setelah penetapannya diperjuangkan habis-habisan hingga disahkan dalam Peraturan Daerah (Perda) melalui Komisi I DPRD.

Penghapusan ini dinilai sebagai bentuk pengabaian terhadap sejarah dan identitas daerah.

Alasan klasik, tidak ada anggaran

Sikap dingin ditunjukkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Karimun.

Melalui Analisis Kebijakan Ahli Muda, Bismawati, pihak dinas berdalih bahwa ketiadaan agenda tersebut semata-mata karena persoalan anggaran.

“Tidak diagendakan karena tidak ada pendanaan untuk kegiatan tersebut,” jawabnya singkat, seolah menutup pintu ruang diskusi terkait pentingnya nilai historis ketimbang sekadar angka-angka rupiah, Jum’at, 9 Januari 2026.

LAM Kepri Karimun meradang, jangan sepelekan sejarah

Kekecewaan mendalam datang dari Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kepri Kabupaten Karimun, Muhammad Firmansyah.

Ia mengecam keras alasan teknis pendanaan yang dijadikan tameng untuk meninggalkan hari sakral “Pentadbiran” Karimun.

“Penetapan 1 Mei itu bukan hasil sulap. Prosesnya panjang, melibatkan keringat para pemuda, OKP, Ormas hingga tokoh adat,” tegas Firmansyah.

“Ini sudah ada Perdanya. Sangat memalukan jika peringatannya justru dibuang dari kalender event,” tambah Firman.

Firman mengingatkan pemerintah agar tidak amnesia terhadap sejarah yang digagas susah payah oleh elemen masyarakat.

“Pemkab Karimun agar tidak melupakan sejarah,” katanya.

Ia menegaskan bahwa, LAM tidak akan tinggal diam melihat kerja keras para tokoh budaya dilecehkan oleh kebijakan birokrasi yang dianggap rabun sejarah.

“LAM tidak akan tinggal diam melihat kerja keras para tokoh budaya dilecehkan oleh kebijakan birokrasi yang dianggap tidak paham dengan sejarah,” tandasnya.

Penulis: Junizar

Editor: Azis Maulana

Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025

@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O