
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Upaya mewujudkan swasembada beras di Kabupaten Karimun masih menghadapi tantangan besar.
Berdasarkan kajian Dinas Pangan dan Pertanian (DPP) Karimun pada tahun 2019, daerah ini setidaknya membutuhkan tambahan 3.500 hektar lahan pertanian agar mampu memenuhi kebutuhan beras masyarakat secara mandiri.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukrianto Jaya Putra, menjelaskan bahwa, Karimun hingga kini belum dapat sepenuhnya fokus pada ketahanan pangan, karena belum termasuk daerah sentra penghasil bahan pangan.
“Karimun masih membutuhkan strategi khusus, dukungan teknologi pertanian serta sarana dan prasarana yang memadai untuk menjadi daerah penghasil pangan,” terang Sukrianto, Rabu, 14 Januari 2026.
“Meski demikian, semangat petani kita patut diapresiasi lantaran mereka terus berupaya mengembangkan pertanian padi,” tambah Sukrianto.
Sukrianto mengungkapkan, sejumlah petani padi di Sidomoro dan Poyopanjang, Kecamatan Moro, saat ini mulai mengembangkan beras hasil produksi sendiri.
Bahkan, beberapa waktu lalu Pemerintah Kabupaten Karimun bersama Bupati Iskandarsyah meninjau langsung lahan pertanian di Sidomoro.
“Petani di sana baru saja melakukan panen padi dari lahan seluas setengah hektare. Kualitas berasnya cukup baik dan menunjukkan potensi yang menjanjikan,” katanya.
Selain mendorong peningkatan produksi beras, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun juga menyiapkan langkah edukatif kepada masyarakat melalui kampanye diversifikasi pangan. Program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada beras sebagai satu-satunya makanan pokok.
“Kami akan melakukan sosialisasi bahwa kebutuhan energi tidak hanya dipenuhi dari nasi. Masyarakat juga bisa kenyang dan sehat dengan mengonsumsi pangan lokal seperti ubi, sagu, gandum dan olahan pangan lainnya,” jelasnya.
Namun demikian, pengembangan lahan pertanian padi masih terkendala keterbatasan alat pengolahan tanah.
Salah seorang petani, Sunarto, telah menyiapkan lahan seluas 2 hektar, namun baru 0,5 hektar yang dapat digarap olehnya.
“Kendala utamanya adalah ketersediaan alat olah tanah. Bupati telah menyampaikan komitmennya untuk berupaya membantu pengadaan alat pertanian agar lahan bisa dimanfaatkan secara optimal,” ungkap Sukrianto.
Menurut Sukrianto, diversifikasi pangan tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui pengembangan pangan lokal.
“Dengan sinergi antara pemerintah, petani dan masyarakat, Kabupaten Karimun diharapkan mampu membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan, meski swasembada beras masih menjadi target jangka panjang,” pungkasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis Maulana
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O


























