Home Berita Utama Pelaku Usaha di Tanjungpinang Keluhkan Sepinya Pengunjung, Bahkan Sebelum Imlek

Pelaku Usaha di Tanjungpinang Keluhkan Sepinya Pengunjung, Bahkan Sebelum Imlek

Pelaku Usaha di Pelantar Tanjungpinang Keluhkan Sepinya
Suasana pertokohan di kawasan Pelantar Tanjungpinang. Foto Yadi.
PANBIL IMLEK

TANJUNGPINANG – Sejumlah pelaku usaha di kawasan Jalan Pelantar 1 mengeluhkan kondisi usaha yang kian sepi pengunjung dalam beberapa waktu terakhir. Hal ini juga dirasakan redaksi WartaKepri.co.id di Tanjungpinang, Minggu (22/02/2026).

Kondisi tersebut dirasakan oleh berbagai jenis usaha, mulai dari hotel, kedai kopi, toko kelontong, hingga warung makan. Para pemilik usaha menyebut penurunan jumlah pengunjung sudah berlangsung cukup lama dan belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Salah seorang pekerja hotel yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, suasana sepi bahkan tetap terasa saat perayaan Imlek yang biasanya menjadi momen ramai kunjungan wisatawan.

WhasApp

“Kondisi sepi sudah lama sekali kami rasakan bukan karena bulan puasa. Ini Imlek yang biasanya ramai pun tetap sepi. Kedai kopi, warung makan, dan usaha lainnya juga sama, di mana-mana sepi. Tidak seperti dulu, orang dari luar negeri banyak datang setiap Sabtu dan Minggu,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Keluhan serupa juga disampaikan pemilik kedai kopi di sekitar Pelantar 1. Mereka mengaku omzet menurun drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Para pelaku usaha berharap adanya langkah konkret dari berbagai pihak untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan tersebut. Mereka merindukan suasana kota yang ramai seperti dulu, terutama pada akhir pekan.

“Kami berharap Kota Tanjungpinang bisa kembali ramai seperti dulu. Sekarang ini, jam 6 sore saja sudah terasa seperti larut malam karena begitu sepinya,” tambahnya.

Sepinya aktivitas ekonomi ini juga berdampak pada para pekerja sektor informal seperti tukang ojek dan pengemudi becak yang turut merasakan penurunan penumpang dalam beberapa bulan terakhir.

Data Pertumbuhan Ekonomi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Indonesia, Pertumbuhan ekonomi Kota Tanjungpinang tahun 2024 mencapai 3,78%, melambat dibandingkan 2023.

Pada 2025, ekonomi diprediksi mengalami tren perlambatan lebih lanjut, dengan angka triwulanan tercatat 2,9% dan 2,7% pada awal tahun, meski inflasi stabil di 1,23% (Agustus 2025) namun tekanan daya beli masyarakat meningkat.

Pertumbuhan Ekonomi Kota Tanjungpinang:

– Tahun 2024: Perekonomian tumbuh sebesar 3,78%, yang mana melambat dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar 4,92%. Pertumbuhan ditopang oleh konsumsi rumah tangga (64,51%) dan investasi.

– Tahun 2025: Menunjukkan tren perlambatan, dengan angka 2,9% pada Triwulan I dan 2,7% pada Triwulan II. Meskipun inflasi relatif rendah (1,23% pada Agustus 2025), tekanan biaya hidup menekan daya beli rumah tangga. (*)

Tulisan Yadi dan Redaksi.
Editor : Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 Imsyakiyah Batam HPN 2026