WARTAKEPRI.co.id, TAREMPA – Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Aneng menghadiri acara silaturahmi bersama warga Tarempa dalam suasana meriah perayaan Tahun Baru Imlek 2570 BE 2026 yang berlangsung pada Rabu (25/2/2026) pukul 17.30 WIB di Vihara Gunung Dewa Siantan, Kecamatan Siantan.
Perayaan Imlek tahun ini dipenuhi dengan kebersamaan dan nuansa toleransi antarumat beragama di wilayah tersebut, mengingat vihara yang menjadi tempat perayaan merupakan salah satu simbol keragaman budaya dan keberagaman di Kabupaten Kepulauan Anambas. Vihara Gunung Dewa Siantan dikenal sebagai tempat ibadah serta pusat kegiatan komunitas Buddha setempat, sekaligus menjadi salah satu ikon kerukunan masyarakat di daerah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Aneng menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas tingginya antusiasme warga dalam merayakan Imlek. Ia mengajak masyarakat untuk terus memupuk semangat persatuan serta saling menghargai perbedaan dalam kehidupan sehari-hari—nilai yang menurutnya menjadi fondasi penting dalam pembangunan sosial dan kebudayaan di Kepulauan Anambas.
Momentum perayaan Imlek tahun ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah daerah dengan masyarakat, menghadirkan suasana kekeluargaan yang kuat di tengah keanekaragaman etnis dan agama di Kabupaten Kepulauan Anambas.
Acara ini turut dihadiri oleh tokoh masyarakat, pengurus vihara, serta warga dari berbagai latar belakang yang berkumpul untuk merayakan tradisi bersama sambil menjaga keharmonisan sosial.
Selama kegiatan, suasana di sekitar vihara tampak ramai dan bersahabat, diwarnai dengan saling bermaafan dan harapan baik menyongsong tahun yang baru menurut penanggalan Tionghoa. Perayaan ini juga menjadi momentum bagi warga Tionghoa di Tarempa yang merantau untuk kembali berkumpul bersama keluarga dan kerabat selama perayaan Imlek.
Perayaan Imlek di Anambas bukan hanya sekadar tradisi keagamaan, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya ikatan sosial antara berbagai lapisan masyarakat di daerah ini—sebuah wujud nyata dari semangat toleransi dan harmoni yang terus terjaga.(*)
Editor : Dedy Suwadha

































