
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Cuaca panas yang menyengat dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Karimun mulai dikeluhkan masyarakat.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berdampak pada terbatasnya ketersediaan air serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
Meski terasa sangat terik, data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan, suhu rata-rata di Karimun saat ini berada di angka 29,64 derajat Celsius, yang masih tergolong kategori sedang.
Forecaster BMKG Karimun, Yola, menjelaskan bahwa, rasa panas yang berlebihan dipengaruhi oleh posisi semu matahari yang berada di sekitar wilayah ekuator, termasuk Karimun. Hal ini menyebabkan intensitas radiasi matahari yang diterima lebih maksimal.
“Minimnya tutupan awan serta angin yang bertiup membuat sinar matahari terasa lebih terik, meskipun suhu rata-rata masih tergolong normal,” terang Yola, Rabu (25/3/2026).
BMKG juga mencatat, berdasarkan data klimatologi selama 30 tahun terakhir, bulan April merupakan periode dengan curah hujan tertinggi di wilayah Karimun.
“Dengan demikian, kondisi panas ekstrem ini diperkirakan hanya bersifat sementara sebagai masa peralihan musim, yang kemungkinan berlangsung hingga awal atau pertengahan April,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Karimun, Wahyu Amirullah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memanjatkan doa agar segera turun hujan.
Ajakan ini ditujukan kepada tokoh agama, organisasi Islam, pengurus masjid dan surau serta masyarakat luas.
“Berdasarkan instruksi Bupati Karimun, kami mengimbau masyarakat untuk melaksanakan doa bersama meminta diturunkannya hujan,” kata Wahyu.
Ia menambahkan, apabila kondisi panas terus berlanjut dalam sepekan ke depan, pemerintah daerah tidak menutup kemungkinan akan menggelar shalat istisqa secara berjamaah.
“Kami akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan alim ulama dan tokoh agama terkait kemungkinan pelaksanaan shalat istisqa jika kondisi ini terus berlanjut,” imbuhnya.
Dengan situasi ini, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi kebakaran serta bijak dalam penggunaan air.
“Hingga menunggu perubahan cuaca dalam beberapa waktu ke depan,” tuturnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























