WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG — Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengajak warga mengelola sampah mulai dari rumah. Hal itu disampaikan saat acara Arahan Menteri Lingkungan Hidup tentang Pengelolaan Sampah Nasional 2026 di Kantor Wali Kota, Selasa (7/4/2026).
“Sampah yang tidak dikelola bisa mencemari tanah, air, dan udara. Bahkan bisa bikin perubahan iklim karena gas metana. Jadi ini tanggung jawab kita bersama,” kata Lis.
Setiap hari, Tanjungpinang menghasilkan 120,6 ton sampah, ditambah 1,2 ton dari wilayah pesisir seperti Pulau Penyengat. Untuk menguranginya, Pemko mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah. Program yang dijalankan antara lain Sekolah Adiwiyata, bank sampah, dan kerja sama dengan pemulung.
Lis juga menyebut Pemko sudah punya Perwako Nomor 14 Tahun 2025 yang melarang penggunaan kantong plastik.
“Ini untuk mendukung program diet plastik dan menjaga lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Noer Adi Wardojo yang hadir secara online mengatakan, sampah di Indonesia masih jadi masalah besar. Dari 141.926 ton sampah per hari, baru 26 persen yang bisa dikelola.
“Target pemerintah, tahun 2029 semua sampah harus sudah terkelola 100 persen,” kata Noer Adi.
Caranya dengan olah sampah organik dari rumah, perkuat bank sampah, dan pakai teknologi waste to energy. Ia juga menegaskan, tahun 2026 semua TPA tidak boleh lagi pakai sistem open dumping.
Kepala Bidang Wilayah 2 PPLH Sumatera, Alfi Fahmi, menambahkan bahwa Program Adipura 2026 akan menilai daerah berdasarkan data pengelolaan sampah yang jelas. Daerah juga wajib membuat RISPS, yaitu rencana pengelolaan sampah untuk 20 tahun ke depan.
Menurut Alfi, yang paling penting adalah mengubah pola pikir masyarakat. “Urus sampah bukan hanya tugas pemerintah, tapi tugas kita semua,” katanya.
Lewat kegiatan ini, pemerintah pusat dan daerah berharap warga Tanjungpinang makin peduli untuk mengelola sampah dengan baik. (Yadi)






























