Home Berita Utama Morgan Stanley Ramal Harga Emas Melejit hingga 2026, Bisa Tembus US$4.500 per...

Morgan Stanley Ramal Harga Emas Melejit hingga 2026, Bisa Tembus US$4.500 per Ons

Morgan Stanley Harga Emas Dunia
Morgan Stanley. Foto X.com
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

 

JAKARTA – Bank investasi global Morgan Stanley memproyeksikan harga emas dunia masih akan melanjutkan tren kenaikan hingga tahun 2026, bahkan berpotensi menembus level tinggi baru di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dalam laporan terbarunya yang dikutip dari Investor.id, Morgan Stanley memperkirakan harga emas bisa mencapai kisaran US$4.500 per ons troi pada pertengahan 2026. Proyeksi ini didorong oleh kuatnya permintaan global terhadap aset safe haven.

Selain itu, dalam skenario yang lebih optimistis, harga emas bahkan diperkirakan dapat bergerak menuju level US$4.400 hingga US$4.800 per ons, seiring berlanjutnya tren penurunan suku bunga global dan meningkatnya minat investor.

Didorong Ketidakpastian Global dan Permintaan Bank Sentral

Morgan Stanley menilai sejumlah faktor utama menjadi pendorong kenaikan harga emas, antara lain:

  • Pelemahan dolar AS
  • Pemangkasan suku bunga oleh bank sentral global
  • Pembelian emas oleh bank sentral dunia
  • Arus masuk dana ke ETF berbasis emas
  • Ketegangan geopolitik global

Emas dinilai semakin diminati karena fungsinya sebagai aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik dunia.

Bahkan, untuk pertama kalinya sejak 1990-an, porsi emas dalam cadangan bank sentral global disebut lebih besar dibandingkan obligasi pemerintah Amerika Serikat, menandakan meningkatnya kepercayaan terhadap logam mulia tersebut.


Tabel Proyeksi Harga Emas Versi Morgan Stanley
Tahun / Periode Proyeksi Harga Emas Sumber / Catatan
2025 (realisasi tren) > US$4.300 per ons Rekor harga setelah reli besar
Awal 2026 ± US$4.800 per ons Didorong suku bunga rendah
Pertengahan 2026 ± US$4.500 per ons Lonjakan permintaan global
Proyeksi alternatif 2026 ± US$4.400 per ons Skenario konservatif
Target optimistis 2026 > US$4.800 per ons Didukung ETF & bank sentral

Sumber: Morgan Stanley Research, diolah dari Investor.id dan laporan terkait

Ada Risiko, Harga Bisa Terkoreksi

Meski prospeknya bullish, Morgan Stanley mengingatkan adanya sejumlah risiko yang dapat menahan kenaikan harga emas, di antaranya:

  • Penguatan dolar AS
  • Penurunan permintaan akibat harga terlalu tinggi
  • Berkurangnya pembelian dari bank sentral
  • Volatilitas pasar yang mendorong investor beralih ke aset lain

Selain itu, ketika harga emas semakin mahal, bank sentral cenderung membeli dalam jumlah lebih kecil untuk menjaga keseimbangan cadangan.

Emas Tetap Jadi Primadona Investor

Dengan kombinasi faktor global tersebut, Morgan Stanley menempatkan emas sebagai salah satu komoditas paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi ini memperkuat posisi emas bukan hanya sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai indikator kondisi ekonomi global, mulai dari kebijakan moneter hingga risiko geopolitik. (*)

Sumber : Investor.id

Editor Dedy Suwadha 

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026