
TANJUNGPINANG – Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura menghadiri Syukuran Marwah 2026 sekaligus peluncuran agenda Penulisan Buku Sejarah Kepri yang digelar Yayasan Badan Pekerja Pembentukan Provinsi Kepulauan Riau (BP3KR) di Gedung Juang, Tanjungpinang, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, mantan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun, Ketua Yayasan BP3KR Huzrin Hood, akademisi, budayawan, pelaku sejarah, hingga unsur Pemerintah Provinsi Kepri.
Syukuran Marwah 2026 digelar sebagai refleksi perjalanan historis pembentukan Provinsi Kepulauan Riau sekaligus menjadi momentum intelektual untuk mendokumentasikan jejak perjuangan daerah melalui penulisan buku sejarah Kepri.
Dalam sambutannya, Nyanyang Haris Pratamura menegaskan pentingnya sejarah sebagai pijakan moral dan identitas daerah di tengah arus modernisasi.
“Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, tetapi kompas moral untuk generasi mendatang. Buku ini harus ditulis dengan jujur, berbasis data, dan melibatkan pelaku sejarah agar Kepri tidak kehilangan akar identitasnya,” ujar Nyanyang.
Ia juga menekankan bahwa pembangunan daerah harus berpijak pada karakter wilayah kepulauan dan nilai budaya Melayu.
“Kebijakan tanpa pemahaman sejarah berisiko ahistoris. Kita ingin pembangunan Kepri berpijak pada karakter wilayah kepulauan, semangat maritim, dan warisan kultural Melayu yang menjadi marwah kita,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan BP3KR, Huzrin Hood, menyebut penulisan buku sejarah Kepri sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk menjaga ingatan kolektif perjuangan pembentukan provinsi.
“BP3KR lahir dari kerja kolektif. Kini tugas kita memastikan pengorbanan itu tidak tercecer dalam ingatan. Buku sejarah Kepri adalah wasiat intelektual agar anak cucu paham bahwa provinsi ini dibangun di atas konsensus, bukan kebetulan,” kata Huzrin.
Buku Sejarah Provinsi Kepri nantinya tidak hanya memuat kronologi pembentukan daerah, tetapi juga mengulas dinamika sosial, politik, dan ekonomi sejak masa pra-pembentukan hingga Kepri 2026.
BP3KR juga membuka ruang partisipasi bagi akademisi, budayawan, dan pelaku sejarah untuk memperkaya sumber primer dalam proses penyusunan buku tersebut. Buku ditargetkan rampung pada akhir 2026 sebagai bagian dari legasi intelektual Marwah 2026.
Acara ditutup dengan penandatanganan dukungan penulisan buku sejarah oleh tokoh-tokoh BP3KR, perwakilan akademisi, serta unsur Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau. (Yadi)
























