Home Batam Proyek Drainase Picu Badai Debu di Sungai Beduk, Pengendara Keluhkan Sesak Napas

Proyek Drainase Picu Badai Debu di Sungai Beduk, Pengendara Keluhkan Sesak Napas

Proyek Drainase Picu Badai Debu di Sungai Beduk, Pengendara Keluhkan Sesak Napas
Proyek Drainase Picu Badai Debu di Sungai Beduk, Pengendara Keluhkan Sesak Napas
Banner DPRD Batam 2026

BATAM – Proyek pelebaran drainase di sepanjang Jalan S. Superman, Kecamatan Sungai Beduk, yang digadang-gadang menjadi solusi mengatasi banjir, kini justru memunculkan persoalan baru. Material tanah galian yang mengering di sepanjang lokasi pekerjaan berubah menjadi kepulan debu tebal yang mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Pada Rabu 3 Juni 2026 siang hari, kawasan tersebut tampak diselimuti debu yang beterbangan setiap kali kendaraan melintas. Kondisi ini tidak hanya mengurangi jarak pandang pengendara, terutama sepeda motor, tetapi juga mulai dikhawatirkan berdampak pada kesehatan pernapasan masyarakat.

Sejumlah pengendara mengaku harus lebih waspada saat melintasi ruas jalan tersebut. Selain mengenakan masker, mereka juga memilih menutup rapat kaca helm untuk menghindari paparan debu yang terus berterbangan.

“Sekarang kalau lewat sini rasanya seperti masuk badai gurun. Debunya sangat tebal. Kalau lupa pakai masker atau kaca helm terbuka sedikit saja, langsung batuk dan sesak napas,” ujar Rian (28), seorang pengendara motor yang setiap hari melintas di Jalan S. Superman.

Keluhan serupa juga datang dari para pedagang kaki lima dan pemilik ruko di sepanjang jalan tersebut. Mereka mengaku aktivitas usaha ikut terdampak akibat polusi debu yang semakin parah. Banyak pelanggan enggan berhenti, sementara barang dagangan dan area usaha cepat kotor karena tertutup debu.

Meski demikian, warga mengaku memahami bahwa proyek drainase tersebut bertujuan untuk kepentingan jangka panjang dalam mengatasi banjir. Namun mereka berharap pihak kontraktor dan instansi terkait dapat mengambil langkah mitigasi agar dampak selama proses pengerjaan tidak semakin merugikan masyarakat.

Warga meminta dilakukan penyiraman air secara berkala di area proyek dan ruas jalan terdampak untuk menekan debu beterbangan. Selain itu, tanah galian yang tercecer di badan jalan diharapkan segera dibersihkan sebelum mengering dan berubah menjadi debu halus. Penambahan rambu peringatan serta pembatasan kecepatan kendaraan juga dinilai penting guna mengurangi kepulan debu yang muncul akibat lalu lintas padat.

Warga Kecamatan Sungai Beduk masih menantikan langkah konkret dari pihak terkait. Mereka berharap penanganan segera dilakukan sebelum polusi debu menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih luas maupun risiko kecelakaan lalu lintas akibat terganggunya jarak pandang pengendara.

Sementara itu Kapolsek Sungai Beduk Iptu Alex Asral menghimbau para pengendara untuk tetap waspada dan berhati-hati dalam berkendara.

“Tetap jaga keselamatan dengan berkendara sesuai aturan berlalulintas, kita akan segera koordinasikan dengan pihak Kelurahan dan pihak kontraktor agar keluhan masyarakat segera diatasi demi kenyamanan bersama menuju Batam yang lebih baik,” ucapnya.(*)

Tulisan Rama
Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026