Home Batam Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia, Penyandang Disabilitas Lumpuh 10 Tahun

Kisah Daniel dan Wujud Kepedulian Amsakar-Li Claudia, Penyandang Disabilitas Lumpuh 10 Tahun

Amsakar dan Li Claudia
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota, Li Claudia Chandra
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Harapan baru mulai menyinari kehidupan Daniel Perangin Angin, seorang pemuda penyandang disabilitas yang telah mengalami kelumpuhan selama hampir satu dekade. Tinggal di rumah sederhana di kawasan Sagulung, Daniel selama ini menjalani hari-harinya dengan berbagai keterbatasan dan dukungan penuh dari keluarga.

Kini, perhatian Pemerintah Kota Batam menjadi angin segar bagi Daniel dan keluarganya. Di bawah kepemimpinan Wali Kota Batam Amsakar Achmad dan Wakil Wali Kota Batam Li Claudia Chandra, Pemko Batam bergerak cepat memastikan Daniel memperoleh akses layanan sosial, kesehatan, dan bantuan yang dibutuhkan.

Pada Jumat (5/6/2026), tim gabungan dari Kecamatan Sagulung, Kelurahan Sungai Pelunggut, serta Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam turun langsung ke kediaman Daniel di Kaveling Sagulung Mandiri (Kaveling Melati), RT 01/RW 10, Kelurahan Sungai Pelunggut.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk melihat kondisi Daniel secara langsung, melakukan asesmen sosial, serta mengidentifikasi berbagai kebutuhan yang diperlukan, mulai dari jaminan sosial hingga layanan kesehatan dan alat bantu mobilitas.

Daniel diketahui mengalami kelumpuhan sejak sekitar 10 tahun lalu. Kondisi tersebut membuatnya membutuhkan pendampingan khusus dan fasilitas pendukung untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk hadir dan memberikan pelayanan kepada seluruh warga, terutama kelompok rentan dan penyandang disabilitas.

“Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, Pemko Batam berkomitmen memastikan hak-hak warga terpenuhi, termasuk hak atas kesehatan dan kesejahteraan. Saya sudah meminta seluruh camat, lurah, dan Dinas Sosial untuk lebih proaktif menjangkau warga yang membutuhkan bantuan,” ujar Amsakar.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra. Menurutnya, akses terhadap layanan kesehatan, rehabilitasi, hingga alat bantu bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu fokus perhatian pemerintah daerah.

“Kami ingin memastikan tidak ada lagi warga yang terkendala biaya untuk mendapatkan layanan kesehatan, terapi, maupun alat bantu. Sinergi antara BPJS, jaminan kesehatan daerah, dan program bantuan sosial akan terus kami optimalkan agar tepat sasaran,” kata Li Claudia.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kota Batam, Chitra Widyia, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut atas informasi yang berkembang di masyarakat dan media massa. Karena itu, tim langsung diterjunkan untuk melakukan verifikasi lapangan.

Rombongan dipimpin Sekretaris Camat Sagulung Yanuar Pribadi dan Lurah Sungai Pelunggut Rasman Afandi. Turut hadir jajaran Dinsos Batam, tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta tim pendata.

Di lokasi, petugas melakukan pendataan ulang, asesmen kondisi kesehatan, dan verifikasi administrasi guna memastikan Daniel dapat segera diakomodasi dalam program bantuan yang sesuai.

“Verifikasi dilakukan langsung di lapangan, mulai dari kondisi kesehatan hingga kondisi keluarga, agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran,” ujar perwakilan Dinsos Batam, Ahmad Yani.

Berdasarkan hasil asesmen awal, Daniel mulai mengalami gangguan kekakuan otot sejak masih duduk di bangku SMA pada 2016. Saat ini ia dinilai membutuhkan perhatian khusus berupa kursi roda khusus, alat bantu mobilitas, serta dukungan kebutuhan dasar lainnya.

Sebagai tindak lanjut, Dinsos Batam akan mengusulkan bantuan kepada Kementerian Sosial RI agar Daniel dapat memperoleh akses bantuan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.

“Proses tetap harus mengikuti mekanisme yang berlaku, termasuk verifikasi data di Kementerian Sosial. Setelah itu, bantuan akan segera kami tindaklanjuti,” tambah Ahmad Yani.

Perhatian pemerintah tersebut disambut haru oleh keluarga Daniel. Setelah bertahun-tahun merawat Daniel secara mandiri, mereka akhirnya merasakan kehadiran pemerintah secara langsung.

“Selama ini kami berjuang sendiri. Hari ini kami sangat bersyukur karena pemerintah datang langsung melihat kondisi anak kami. Kami berharap Daniel bisa segera mendapat bantuan untuk pengobatan dan terapi,” ujar Vivi Wati br Sidabutar, ibu Daniel.

Langkah cepat yang dilakukan Pemko Batam ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan sosial yang inklusif, responsif, dan menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari ikhtiar memastikan setiap warga Batam memperoleh hak yang sama dalam mengakses pelayanan publik dan kesejahteraan sosial. (*)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri