
MERSING, JOHOR – Perjalanan menembus rimbunnya hutan hujan tropis di Taman Negara Endau-Rompin Johor National Park , Malaysia, menjadi pengalaman tak terlupakan bagi rombongan jurnalis FJP Kepri bergabung dengan rombongan dari Gaya Travel serta Kementerian Pelancongan, Seni dan Budaya Malaysia (MoTAC).
@wartakepri Taman Negara Endau Rompin Johor MalaysiaNasional Park, Dialog Warga Suku Asli Johor Hingga Modernisasi Hutan dan Wisata Sungai #johornationalparks #johor #wartakepritv #tongkatali #mersingjohor ♬ Menghirup Udara Pegunungan – Multifruits
Tidak hanya menikmati keindahan alam, para jurnalis juga berkesempatan mengenal lebih dekat kearifan hidup masyarakat adat Jakun yang telah turun-temurun hidup berdampingan dengan alam.
Kunjungan ini menjadi pengalaman menarik karena tidak hanya menyajikan keindahan alam taman nasional, tetapi juga memperkenalkan kehidupan masyarakat adat yang masih mempertahankan kearifan lokal mereka.
Seluruh rangkaian kegiatan dipandu oleh Nature Guide, Adlil Ikram Bin Sharuddin yang memberikan berbagai informasi mengenai kawasan konservasi yang menjadi salah satu destinasi ekowisata unggulan di Johor tersebut.
Sesampainya di lokasi, para peserta dipertemukan dengan Kaum Jakun, salah satu suku asli yang mendiami kawasan sekitar Taman Negara Endau-Rompin.
Saat ini terdapat sekitar 90 keluarga dengan jumlah penduduk sekitar 300 orang yang tinggal di Kampung Peta, sebuah perkampungan yang berada di dalam kawasan taman nasional tersebut.
Pertemuan dengan masyarakat adat menjadi salah satu agenda yang paling menarik perhatian peserta. Mereka diajak mengenal lebih dekat budaya, tradisi, serta cara hidup Kaum Jakun yang selama puluhan tahun hidup berdampingan dengan alam.
Salah satu tokoh yang memperkenalkan budaya masyarakat setempat adalah Ameng, pria berusia 70 tahun yang akrab disapa Low. Sebagai bagian dari suku asli di wilayah tersebut, Low menjelaskan bahwa masyarakat Jakun dahulu hidup sepenuhnya dari hasil hutan.
Meski kini kehidupan mereka telah mengikuti perkembangan zaman dan semakin modern, berbagai pengetahuan tradisional tetap diwariskan sebagai bagian dari identitas budaya mereka.
Dalam kesempatan itu, Low juga mempertunjukkan berbagai teknik berburu tradisional atau passive hunting yang pernah digunakan masyarakat Jakun.
Beragam jenis perangkap diperagakan kepada peserta, di antaranya jerat kaki untuk menangkap binatang darat seperti babi hutan dan rusa, kumbang berayun untuk monyet, Pento yang digunakan sebagai perangkap burung sungai, perangkap Planduk untuk menangkap kancil, serta Belantik yang dahulu digunakan untuk gajah.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penggunaan sumpit, salah satu alat berburu tradisional masyarakat pedalaman. Suasana semakin meriah ketika beberapa peserta diajak langsung mencoba permainan dan simulasi penggunaan Belantik maupun sumpit yang dipandu oleh Low.

Sejarah Endau-Rompin
Endau-Rompin sendiri dikenal sebagai salah satu hutan hujan tropis tertua di dunia dan merupakan kawasan konservasi penting di Semenanjung Malaysia. Taman nasional yang membentang di wilayah Johor dan Pahang ini menjadi habitat berbagai satwa langka, termasuk harimau Malaya, gajah Asia, dan tapir Malaya.
Selain menikmati panorama sungai yang masih alami, air terjun, serta keanekaragaman hayati yang kaya, rombongan juga dikenalkan tumbuhan hutan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan alami, hingga cerita-cerita legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Bagi masyarakat Jakun, hutan bukan sekadar tempat tinggal, melainkan bagian dari identitas dan warisan budaya yang harus dijaga. Nilai-nilai tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman autentik di tengah alam liar Malaysia.
Perjalanan menyusuri Endau-Rompin semakin mempertegas bahwa pariwisata masa depan tidak hanya menjual keindahan destinasi, tetapi juga kisah, budaya, dan kearifan lokal yang hidup di dalamnya.
Keindahan alam yang masih perawan, dipadukan dengan kehidupan tradisional masyarakat Jakun yang harmonis dengan alam, menjadikan Endau-Rompin sebagai destinasi wisata petualangan dan edukasi budaya yang layak masuk dalam daftar kunjungan wisatawan Indonesia saat berkunjung ke Johor, Malaysia.

Fasilitas Taman Negara Endau-Rompin Johor
Taman Negara Endau-Rompin di Johor, Malaysia, memiliki fasilitas yang cukup lengkap untuk wisata alam, penelitian, edukasi, hingga wisata budaya. Kawasan ini terbagi dalam pintu masuk Peta (Mersing) dan Selai (Segamat) dengan fasilitas yang disesuaikan bagi wisatawan dan peneliti.
Aktivitas Wisata
Selain menikmati hutan hujan tropis tertua di Malaysia, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas seperti:
- Trekking hutan
- River tubing
- Jelajah sungai dengan perahu
- Mengamati satwa liar
- Menyumpit ala masyarakat Jakun
- Belajar anyaman tradisional
- Demonstrasi memasak tradisional
- Camping dan ekspedisi air terjun
Beberapa lokasi favorit wisatawan antara lain:
- Kampung Peta
- Kuala Jasin (Kuala Gasing)
- Buaya Sangkut Waterfall
- Upeh Guling Waterfall
- Tasik Air Biru
- Nature Education and Research Centre (NERC)
Secara keseluruhan, Endau-Rompin bukan sekadar taman nasional untuk petualangan alam, tetapi juga destinasi ekowisata dan wisata budaya yang memungkinkan pengunjung mengenal kehidupan masyarakat adat Jakun sambil menikmati keindahan hutan hujan tropis berusia jutaan tahun. (*)
Video Obat Herbal Tongkat Ali
@wartakepri Tongkat Ali Racikan Khas Suku Asli di Johor National Park Malaysia Katanya Josss Untuk Pria Sejati #obatkuat #tongkatali #wartakepritv #johor #johornationalparks ♬ Diggi-Di-Diggi-Di Hey YOU’RE OLD AND SAD – Abraao de Santana
Editor Dedy Suwadha





























