Home Batam Amsakar: Film Tanah Sengketa Jadi Sarana Edukasi dan Literasi Soal Pertanahan

Amsakar: Film Tanah Sengketa Jadi Sarana Edukasi dan Literasi Soal Pertanahan

Film Tanah Sengketa Jadi Sarana Edukasi Penting Tingkatkan Literasi Pertanahan
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pemutaran film Tanah Sengketa yang digelar serentak di bioskop seluruh Indonesia. Di Batam, kegiatan tersebut berlangsung di Mega XXI Batam, Kamis (25/6/2026).

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menghadiri pemutaran film Tanah Sengketa yang digelar serentak di bioskop seluruh Indonesia, Kamis (25/6/2026). Walikota Amsakar duduk bersama Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris dan terlihat menikmati dan tertawa.

Pemutaran film berlangsung di Mega XXI dan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai persoalan pertanahan melalui media perfilman yang edukatif dan mudah dipahami.

Dalam kesempatan tersebut, Amsakar menilai film Tanah Sengketa berhasil mengangkat berbagai persoalan yang sering dihadapi masyarakat terkait kepemilikan, pengelolaan, hingga sengketa tanah. Menurutnya, film tersebut tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga memberikan edukasi mengenai pentingnya kepastian hukum di bidang pertanahan.

“Film ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana edukasi yang memberikan gambaran kepada masyarakat tentang pentingnya memahami persoalan pertanahan, mulai dari hak atas tanah, kepastian hukum, hingga penyelesaian sengketa yang mungkin terjadi,” ujar Amsakar.

Ia menambahkan, penyampaian pesan melalui pendekatan kreatif seperti film merupakan langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat. Terlebih, persoalan pertanahan merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan kerap menjadi sumber konflik apabila tidak dipahami dengan baik.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Kepulauan Riau, Nurus Sholichin, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap film *Tanah Sengketa* dapat menjadi media hiburan sekaligus pembelajaran yang mampu menambah wawasan masyarakat terkait berbagai persoalan pertanahan yang kerap terjadi di lingkungan sekitar.

Menurut Nurus, upaya pencegahan maupun penyelesaian sengketa pertanahan membutuhkan dukungan seluruh pihak, mulai dari instansi pemerintah, mitra kerja hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kesadaran hukum sekaligus menciptakan kepastian hukum di bidang pertanahan.

Pemutaran film *Tanah Sengketa* yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia diharapkan mampu memperluas literasi pertanahan masyarakat. Selain itu, film ini juga diharapkan mendorong masyarakat untuk lebih tertib dalam administrasi pertanahan serta memahami prosedur penyelesaian sengketa sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, bersama sejumlah pejabat daerah dan unsur terkait yang mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan dan kepastian hukum atas tanah.(*)

Editor Dedy Suwadha

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026