Home Berita Utama BI dan TNI AL Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bawa Rp14...

BI dan TNI AL Kembali Gelar Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026, Bawa Rp14 Miliar ke Pulau-Pulau Terluar Kepri

 

WARTAKEPRI.co.id BATAM – Bank Indonesia (BI) bersama Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) kembali melaksanakan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 sebagai upaya menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) melalui penyediaan uang Rupiah layak edar di wilayah Terdepan, Terluar, dan Terpencil (3T) di Provinsi Kepulauan Riau.

Ekspedisi yang berlangsung pada 2–8 Juli 2026 ini menjadi pelaksanaan ERB ke-10 secara nasional pada tahun 2026 sekaligus ekspedisi ke-12 di Provinsi Kepulauan Riau. Dalam misi tersebut, tim ERB menggunakan KRI Beladau-643 untuk mendistribusikan Rp14 miliar uang layak edar kepada masyarakat di lima pulau 3T, yakni Pulau Tarempa, Pulau Midai, Pulau Subi Besar, Pulau Tambelan, dan Pulau Singkep.

Pelepasan ekspedisi dilakukan di Pelabuhan Bintang 99 Persada, Batam, oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau Rony Widijarto P., bersama Staf Ahli Gubernur Kepulauan Riau Bidang Ekonomi dan Pembangunan Andri Rizal, Wakil Komandan Koarmada IV Batam Laksamana Pertama TNI Ketut Budiantara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Kepulauan Riau.

Rony Widijarto menyampaikan, pelaksanaan ERB merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menugaskan Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah dalam jumlah cukup, pecahan sesuai kebutuhan masyarakat, serta dalam kondisi layak edar hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan membuat distribusi uang ke wilayah 3T memerlukan sinergi yang kuat dengan TNI AL sebagai garda terdepan penjaga kedaulatan negara yang memiliki armada untuk menjangkau pulau-pulau terpencil.

“Sinergi BI dan TNI AL menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam memastikan masyarakat di wilayah terluar tetap memperoleh akses terhadap Rupiah yang layak edar sekaligus memperkuat kedaulatan NKRI,” ujarnya.

Pemilihan Kepulauan Riau sebagai lokasi ekspedisi juga memiliki nilai strategis. Selain berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia, Kepri memiliki sejarah tersendiri dalam perjalanan mata uang Indonesia melalui keberadaan Kepulauan Riau Rupiah (KRRp) yang pernah digunakan pada periode 1963–1964.

Sejak kerja sama BI dan TNI AL dimulai pada 2012, hingga 2025 telah terlaksana 150 kegiatan kas keliling di wilayah 3T yang menjangkau 766 pulau di seluruh Indonesia. Sementara pada tahun 2026, program ini ditargetkan menjangkau 97 pulau di 19 provinsi.

Selain layanan penukaran uang, ERB Kepri 2026 juga menghadirkan berbagai kegiatan edukasi kepada masyarakat melalui program Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah. Edukasi tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ciri-ciri keaslian Rupiah, cara merawat uang, serta pentingnya menggunakan Rupiah sebagai simbol kedaulatan negara.

Dalam rangkaian kegiatan yang sama, TNI AL turut memberikan edukasi bela negara kepada masyarakat di wilayah 3T. Sementara itu, Ikatan Pegawai Bank Indonesia (IPEBI) menyalurkan bantuan sembako sebagai bentuk kepedulian sosial kepada warga di pulau-pulau yang dikunjungi.

Bank Indonesia menegaskan akan terus memperluas jangkauan layanan kas dan meningkatkan literasi masyarakat mengenai Rupiah melalui sinergi berkelanjutan dengan berbagai pihak. Upaya tersebut merupakan bagian dari implementasi clean money policy, yakni kebijakan untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar dengan menarik kembali uang yang sudah tidak layak pakai, termasuk di wilayah terdepan, terluar, dan terpencil.

Melalui Ekspedisi Rupiah Berdaulat, BI berharap kehadiran Rupiah tetap terjaga di seluruh pelosok Indonesia sekaligus memperkuat persatuan, kedaulatan, dan pembangunan nasional hingga ke wilayah paling luar NKRI.(*)

Editor Dedy Suwadha

 

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026