Home Berita Utama Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen pada Triwulan II 2026, Sedikit Melambat

Ekonomi Kepri Tumbuh 6,99 Persen pada Triwulan II 2026, Sedikit Melambat

BI Kepri dan Inflasi Kepri Ekonomi Kepri
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau. Foto Dokumentasi

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Perekonomian Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) kembali menunjukkan kinerja positif pada triwulan II 2026. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi Kepri tumbuh sebesar 6,99 persen secara tahunan (yoy).

Meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan pada triwulan I 2026 yang mencapai 7,04 persen (yoy), capaian tersebut tetap menunjukkan kuatnya aktivitas ekonomi Kepri.

Pertumbuhan 6,99 persen juga menempatkan Kepri sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sumatera. Capaian tersebut berada di atas pertumbuhan ekonomi Sumatera yang tercatat sebesar 5,6 persen (yoy).

Deputi Direktur Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepri, Ardhienus Arfiansyah, menyampaikan perkembangan tersebut pada 6 Agustus 2026.

Menurutnya, kinerja ekonomi Kepri yang tetap tumbuh tinggi menunjukkan bahwa berbagai aktivitas ekonomi di daerah masih berjalan kuat di tengah dinamika perekonomian nasional dan global.

“Pertumbuhan ekonomi Kepri pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 6,99 persen secara tahunan. Angka ini memang sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan I yang mencapai 7,04 persen, namun masih menjadi yang tertinggi di Sumatera,” ujar Ardhienus.

Ia menilai capaian tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian Kepri. Dengan pertumbuhan yang berada di atas rata-rata Sumatera, Kepri masih memiliki daya tahan ekonomi yang cukup kuat.

Kinerja tersebut juga memperlihatkan peran strategis Kepri sebagai salah satu pusat aktivitas industri, perdagangan, investasi, dan konektivitas ekonomi di kawasan Sumatera.

BACA JUGA Ekonomi Kepri 7,04% Tertinggi di Sumatera, BI Dorong UMKM dan Digitalisasi Lewat QRIS Jelajah Indonesia 2026

Di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan II 2026 tercatat 5,29 persen, pertumbuhan Kepri sebesar 6,99 persen menunjukkan performa yang relatif lebih tinggi.

Adapun kinerja positif ditopang oleh sektor industri pengolahan, konstruksi, pertambangan dan penggalian, serta perdagangan besaar dan eceran berturut-turut tumbuh sebesar 6,11% (yoy), 6,06% (yoy), 9,26% (yoy) dan 10,58% (yoy) yang memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 2,55%, 1,14%, 0,97% dan 0,89%.

LU industry Pengolahan pada triwulan II 2026 tetap tumbuh tinggi dan menguat dari triwulan sebelumnya ditengah tinggi permintaan chipset untuk Electric Vehicle (EV) yang diprodukdi di Indonesia.

Sektor Kontruksi tumbuh tinggi dan terakselerasi sejalan dengan berlanjutkan pembangunan KEK dan KI serta masifnya pembangunan data Center di Batam.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi wartakepri pada triwulan II 2026 didorong oleh pertumbuhan positif pada Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) yang tumbuh 24,08% (yoy) dengan andil 10.02%. PMBT masih kuat didukung oleh meningkatnya sejumlah investasi dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, baik PMA maupun PMDN.

Sementara itu, komsumsi rumah tangga (RT) tercatat tumbuh sebesaar 4,06% (yoy) dengan andil 1,58% (yoy) sejalan dengan indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang tercatat tetap optimis (indeks >100) dengan rata-rata indeks pada triwulan II 2026 sebesaar 120,72.

Konsumsi pemerintah turut tumbuh positif sebesar 15,83% (yoy) dengan andil 0,56% meskipun melambat dibanding triwulan sebelumnya sejalan dengan berlanjut realisasi program kerja pemerintah. (*)

Editor Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026