Home Batam Gebyar Melayu Pesisir 2026 Dorong UMKM Kepri dan Budaya Melayu Jadi Kekuatan...

Gebyar Melayu Pesisir 2026 Dorong UMKM Kepri dan Budaya Melayu Jadi Kekuatan Ekonomi

GMP 2026 Dorong UMKM Kepri Naik Kelas, Budaya Melayu Jadi Kekuatan Ekonomi
Mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, GMP 2026 digelar di K Square, Kamis (17/9/2026).
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Gebyar Melayu Pesisir (GMP) 2026 kembali hadir sebagai ruang kolaborasi untuk memperkuat ekonomi Kepulauan Riau (Kepri) sekaligus mengangkat kekayaan budaya Melayu sebagai kekuatan ekonomi kreatif daerah.

Mengusung tema “Penguatan Warisan Melayu untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan”, GMP 2026 digelar di K Square, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Bank Indonesia ini mempertemukan pemerintah daerah, dunia usaha, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat dalam satu ruang kolaborasi untuk memperluas promosi produk lokal dan membuka peluang pengembangan usaha.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misni mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia dalam mendorong penguatan ekonomi daerah melalui penyelenggaraan GMP setiap tahun.

“Kami atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Kepulauan Riau memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bank Indonesia atas konsistensinya dalam membangun sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendorong penguatan ekonomi daerah,” ujar Misni.

Menurut Misni, karakter Kepri sebagai provinsi kepulauan menjadi keunggulan sekaligus tantangan dalam pengembangan ekonomi. Dengan wilayah yang didominasi lautan dan posisi strategis di Selat Malaka, Kepri memiliki peluang besar sebagai gerbang investasi, industri, perdagangan, sekaligus pariwisata internasional.

Namun, peluang tersebut perlu diikuti transformasi ekonomi yang mampu menjawab tantangan konektivitas antarwilayah, persaingan global, perubahan perilaku konsumen, serta perkembangan ekonomi digital.

Misni menegaskan, UMKM merupakan salah satu fondasi penting perekonomian Kepri. Karena itu, pengembangan UMKM tidak cukup hanya menambah jumlah pelaku usaha, tetapi juga harus meningkatkan produktivitas, kualitas, inovasi, kapasitas manajerial, hingga akses pasar.

Digitalisasi menjadi bagian penting agar UMKM Kepri mampu mengikuti perubahan perilaku konsumen dan memperluas pasar.

Di sisi lain, kekayaan budaya Melayu menjadi modal besar bagi pengembangan ekonomi kreatif Kepri. Berbagai produk seperti wastra, tenun, tudung manto, kuliner, kerajinan tangan, seni, hingga produk kreatif memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing.

“Pelestarian budaya harus ditempatkan bukan hanya sebagai upaya menjaga identitas, tetapi juga sebagai proses menciptakan nilai tambah ekonomi berbasis kekayaan intelektual dan kreativitas masyarakat,” tegasnya.

GMP 2026 dirancang tidak hanya sebagai ajang promosi produk UMKM. Berbagai rangkaian kegiatan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan memperluas jaringan bisnis.

Rangkaian Road to GMP antara lain meliputi kurasi UMKM, onboarding digital, Export Coaching Program, business matching ekspor dan pembiayaan, showcasing UMKM, hingga pelatihan tenun.

“Artinya, kegiatan ini tidak berhenti pada promosi produk, tetapi menyentuh aspek peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring usaha,” kata Misni.

Momentum GMP 2026 juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM Kepri untuk memperkenalkan produk unggulan kepada masyarakat sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Selain penguatan produk dan kapasitas usaha, digitalisasi sistem pembayaran turut menjadi perhatian dalam GMP 2026.

Misni mengajak pelaku UMKM dan masyarakat memanfaatkan QRIS sebagai sistem pembayaran yang mudah, cepat, aman, dan inklusif.

Menurutnya, penggunaan pembayaran digital dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan konsumen sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi.

“Mari pula memanfaatkan kanal pembayaran digital, termasuk QRIS Antarnegara atau cross-border, sebagai bagian dari kesiapan masyarakat Kepri memasuki ekosistem ekonomi regional dan global,” ajaknya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan GMP 2026 dengan membeli produk UMKM unggulan, menikmati kuliner khas Kepri, serta mengikuti berbagai kegiatan dan talkshow yang tersedia.

Pemerintah Provinsi Kepri berharap kolaborasi bersama Bank Indonesia, dunia usaha, lembaga pembiayaan, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan terus diperkuat.

Sinergi tersebut diharapkan mampu mendorong UMKM Kepri semakin naik kelas, memiliki daya saing, serta mampu memperluas pasar hingga ke tingkat internasional.

Pada saat yang sama, budaya Melayu diharapkan tidak hanya terus terjaga sebagai identitas masyarakat Kepri, tetapi juga berkembang menjadi sumber inovasi, kreativitas, dan nilai tambah ekonomi.

GMP 2026 turut dihadiri Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti melalui video tapping, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Rony Widijarto Purubaskoro, serta sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur pemerintah, dunia usaha, lembaga keuangan, komunitas, serta pelaku UMKM memperkuat GMP 2026 sebagai wadah bersama untuk menghubungkan budaya, kreativitas, UMKM, digitalisasi, dan peluang pasar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri. (*)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026