
TANJUNGPINANG – Dinas Sosial Kota Tanjungpinang merekomendasikan tiga bersaudara untuk tinggal sementara di LKSA atau Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak. Langkah ini diambil setelah video kondisi mereka viral dan hasil asesmen menunjukkan anak-anak butuh perlindungan lebih.
Kepala Dinsos Tanjungpinang, Endang Susilawati, mengatakan penempatan di LKSA bertujuan memastikan kebutuhan dasar, sekolah, dan pengawasan anak terpenuhi. “Ini sementara, sampai ayah mereka selesai menjalani masa pidana,” kata Endang, Jumat (3/7/2026).
Saat ini ketiga anak berada di Kantor Dinsos. Mereka dipindahkan karena tidak nyaman rumahnya sering didatangi warga dan direkam. Dinsos masih menunggu apakah anak-anak bersedia pindah ke LKSA.
Ayah ketiga anak sedang menjalani proses hukum. Ibu mereka mengalami gangguan kejiwaan dan kini dirawat keluarga di Batam. Anak pertama berusia 19 tahun belum bekerja dan sering ke Batam, meninggalkan dua adiknya.
Untuk biaya hidup, sewa rumah dibantu bibi di Pulau Jawa. Namun, kebutuhan makan sehari-hari hanya dari bantuan yang terbatas. Keluarga dari pihak ibu minta anak-anak tetap sekolah di Tanjungpinang. Jika sudah lulus, mereka bersedia mengasuh di Batam.
Dinsos menilai anak-anak kekurangan pengasuhan dan pengawasan orang dewasa. Kondisi ekonomi juga sulit. Hal ini bisa mengganggu hak dasar dan tumbuh kembang mereka. Karena itu, LKSA dianggap sebagai pilihan terbaik untuk sementara.
Endang meminta masyarakat menghormati privasi anak. “Kepedulian warga sangat kami apresiasi. Tapi beri mereka ruang aman agar proses pendampingan berjalan baik,” ujarnya.
Dinsos sudah berkoordinasi dengan sekolah, Lurah Pinang Kencana, komite sekolah, dan kerabat ayah agar penanganan berjalan bersama. Pemkot Tanjungpinang menegaskan akan terus mendampingi dan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak. (Yadi)




























