WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Drs. H. Raja Ariza, M.M., pimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dirangkaikan dengan rapat Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Rapat dilaksanakan di ruang rapat Engku Putri Raja Hamidah, Kantor Wali Kota, Senin (13/4/2026).
Dalam arahannya, Wawako Ariza menyampaikan bahwa secara umum kondisi ekonomi Kota Tanjungpinang berada dalam keadaan stabil. Hal ini ditandai dengan tidak adanya gejolak maupun keresahan yang signifikan di tengah masyarakat terkait kenaikan harga kebutuhan pokok selama periode hari besar keagamaan.
“Secara umum kondisi ekonomi kita cukup baik dan terkendali. Namun kita tidak boleh lengah, karena tekanan inflasi masih dipengaruhi oleh faktor global maupun dinamika distribusi di daerah,” ucapnya.
Lanjut disampaikannya, bahwa pengendalian inflasi perlu terus diperkuat melalui pemantauan harga, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor, mengingat karakteristik Tanjungpinang yang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Ia menambahkan, dinamika ekonomi global, termasuk ketegangan geopolitik internasional, turut memengaruhi harga energi dan rantai pasok, sehingga perlu diantisipasi melalui langkah yang terukur dan terkoordinasi.
“Pengendalian inflasi harus terus kita perkuat melalui pemantauan harga yang konsisten, pengendalian distribusi yang efektif, serta koordinasi lintas sektor yang solid. Mengingat Tanjungpinang masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, kita perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai dinamika, termasuk perkembangan ekonomi global dan ketegangan geopolitik yang berdampak pada harga energi dan rantai pasok. Untuk itu, diperlukan langkah yang terukur, terpadu, dan responsif agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.
Selain pengendalian inflasi, Wawako Ariza menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang terus mendorong percepatan digitalisasi transaksi daerah melalui TP2DD. Ia menekankan bahwa sistem pembayaran daerah harus bertransformasi ke arah digital guna meningkatkan transparansi, efisiensi, serta optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia juga mengapresiasi capaian digitalisasi pembayaran di Kota Tanjungpinang yang menunjukkan peningkatan signifikan dan diharapkan dapat terus diperluas ke seluruh sektor layanan.
“Digitalisasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, transparansi, serta mendukung pengendalian inflasi melalui pemantauan yang lebih akurat dan real-time,” ungkapnya.
Terkahir, Wawako Ariza menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Tanjungpinang untuk terus memperkuat sinergi antarinstansi guna menjaga stabilitas ekonomi daerah. Ia juga berharap seluruh perangkat daerah dapat menjalankan perannya secara optimal dalam mendukung pengendalian inflasi dan percepatan digitalisasi.
“Koordinasi dan kolaborasi yang solid menjadi kunci dalam menjaga kestabilan ekonomi serta mendorong pertumbuhan yang merata di Kota Tanjungpinang,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dipaparkan, inflasi Kota Tanjungpinang secara tahunan (year-on-year) pada Maret 2026 tercatat sebesar 3,98 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,23. Sementara itu, secara bulanan (month-to-month) terjadi deflasi sebesar 0,37 persen dan secara kumulatif (year-to-date) inflasi sebesar 0,54 persen. Dan untuk ketersediaan stok bahan pokok di Kota Tanjungpinang dalam kondisi aman. (*)
Sumber :Pemko Tanjungpinang
Editor : Dedy Suwadha






























