Home Info PLN PLTU Karimun Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, PLTS 2,6 MW Disiapkan Perkuat...

PLTU Karimun Pastikan Pasokan Batu Bara Aman, PLTS 2,6 MW Disiapkan Perkuat Pasokan Listrik

PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau
PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau memastikan pasokan batu bara untuk PLTU Tanjungbalai Karimun dalam kondisi aman. Masyarakat pun diimbau tidak terpengaruh isu yang menyebut pemadaman listrik belakangan ini terjadi akibat kelangkaan bahan bakar. Manager UP PLTU Karimun, Riki Aditiyawarman, menegaskan, pembangkit saat ini mengantongi cadangan sekitar 5.000 ton batu bara asal Palembang. Stok tersebut aman untuk memenuhi kebutuhan operasional hingga 20 hari ke depan. Terlebih, pengiriman batu bara dilakukan secara berkelanjutan untuk menjamin pasokan listrik tetap andal tanpa kekosongan stok.(Foto: Junizar)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – PT PLN Indonesia Power (IP) UBP Kepulauan Riau Unit Pembangkitan (UP) PLTU Tanjungbalai Karimun, memastikan pasokan batu bara untuk operasional pembangkit listrik masih dalam kondisi aman.

Masyarakat diimbau tidak perlu khawatir terhadap isu yang menyebut pemadaman listrik belakangan ini disebabkan oleh kekurangan stok bahan bakar.

Manager UP PLTU Karimun, Riki Aditiyawarman, menjelaskan bahwa, saat ini PLTU masih memiliki sekitar 5.000 ton batu bara yang didatangkan dari Palembang. Jumlah tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan operasional pembangkit selama kurang lebih 20 hari. Selain itu, pasokan batu bara juga terus dilakukan secara berkelanjutan sehingga tidak terjadi kekosongan stok.

“Stok batu bara masih aman. Saat ini tersedia sekitar 5.000 ton dari Palembang yang cukup untuk sekitar 20 hari. Setelah itu akan ada pengiriman berikutnya, sehingga pasokannya berkelanjutan dan tidak pernah terputus,” ujar Riki, Rabu (15/7/2026).

Riki menjelaskan, pemadaman listrik yang belakangan terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan batu bara, melainkan merupakan bagian dari pengaturan pembebanan (manajemen beban) yang dilakukan untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Di sisi lain, PLTU Unit 1 memang sempat mengalami gangguan (trip) selama sekitar 1,5 jam, namun berhasil dipulihkan dan kembali beroperasi pada beban penuh,” terang Riki.

Menurutnya, kondisi pembangkit yang saat ini beroperasi dengan kapasitas terbatas membuat pengelola harus berhati-hati dalam menjaga keandalan mesin. Bahkan, PLTU Unit 2 yang sebenarnya telah memasuki jadwal pemeliharaan terpaksa menunda perawatan karena tingginya kebutuhan listrik masyarakat, terutama akibat cuaca panas yang meningkatkan penggunaan listrik.

“Perawatan sebenarnya sudah harus dilakukan, tetapi untuk sementara ditunda agar pasokan listrik kepada masyarakat tetap terjaga di tengah tingginya beban pemakaian,” katanya.

Sebagai langkah memperkuat sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun, PLN Indonesia Power juga akan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 2,6 megawatt (MW). Proyek yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat tersebut dijadwalkan mulai dibangun pada September 2026 dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir tahun.

“PLTS nantinya akan dilengkapi sistem penyimpanan energi menggunakan baterai. Energi listrik yang dihasilkan pada siang hari akan disimpan, kemudian dimanfaatkan pada malam hari, khususnya saat beban puncak sekitar pukul 18.00 WIB. Kehadiran PLTS diharapkan dapat membantu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi beban pembangkit berbahan bakar batu bara,” imbuhnya.

Pembangunan PLTS ini kata Riki, juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi sumber energi di Karimun menuju sistem kelistrikan yang lebih andal, efisien, dan ramah lingkungan.

“Dengan tambahan kapasitas tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh layanan listrik yang semakin stabil, terutama pada periode konsumsi listrik tertinggi,” tandasnya.

Penulis: Junizar

Editor: Azis

 

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026