
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Sekda Batam Firmansyah, dipercaya menjadi mentor dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026 yang berlangsung di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Rabu (22/7/2026).
Dalam forum kepemimpinan nasional tersebut, Firmansyah menegaskan bahwa setiap proyek perubahan yang disusun peserta harus mampu menghadirkan solusi yang inovatif, aplikatif, dan berkelanjutan guna memperkuat tata kelola pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, proyek perubahan bukan sekadar memenuhi persyaratan akademik dalam pelatihan kepemimpinan, melainkan harus menjadi motor penggerak lahirnya inovasi birokrasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Proyek perubahan bukan sekadar memenuhi tahapan dalam pelatihan kepemimpinan. Lebih dari itu, proyek perubahan harus mampu menjadi motor penggerak lahirnya inovasi birokrasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Seorang pemimpin dituntut mampu menghadirkan solusi yang kreatif, terukur, dan berkelanjutan dalam menjawab tantangan organisasi di era yang terus berkembang,” ujar Firmansyah.
Dari Pemerintah Kota Batam, terdapat empat pejabat yang mengikuti PKN Tingkat II Angkatan XI Tahun 2026, yakni Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sri Miranthy Adisthy, Kepala Dinas Perikanan Yudi Admajianto, Kepala Dinas Tenaga Kerja Yudi Suprapto, serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Efrius.
Sebagai mentor, Firmansyah mengingatkan agar setiap rancangan proyek perubahan tidak berhenti sebagai konsep, tetapi dapat diimplementasikan dan memberikan manfaat nyata bagi organisasi maupun masyarakat.
Ia menjelaskan, Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II merupakan wadah strategis untuk mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif terhadap perubahan, mampu membangun kolaborasi, serta mentransformasikan organisasi menjadi lebih efektif, responsif, dan berdaya saing.
“Kualitas seorang pemimpin tidak hanya diukur dari kemampuannya mengelola organisasi, tetapi juga dari keberanian menciptakan inovasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu, setiap proyek perubahan harus menjadi solusi yang aplikatif, berkelanjutan, dan dapat diterapkan di instansi masing-masing,” katanya.
Seminar Rancangan Proyek Perubahan merupakan salah satu tahapan penting dalam PKN Tingkat II. Melalui forum ini, para peserta mempresentasikan rancangan inovasi yang telah disusun untuk memperoleh masukan dari mentor sebelum diterapkan di lingkungan kerja.
Kegiatan yang digelar di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Jalan Balongsari Tama, Kecamatan Tandes, Kota Surabaya, itu diikuti para mentor dari berbagai pemerintah daerah di Indonesia.
Kepercayaan yang diberikan kepada Firmansyah sebagai mentor dalam forum kepemimpinan nasional tersebut menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Batam dalam mendukung pengembangan aparatur sipil negara yang unggul, profesional, dan inovatif. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*/Robin F)
Editor Dedy Suwadha


























