Home Batam Ahmad Muzani dan Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf Resmikan Ponpes Nur...

Ahmad Muzani dan Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu

Ahmad Muzani dan Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf Resmikan Ponpes Nur Iman Pulau Kasu
Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Iman beserta masjidnya di Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Minggu (2/8/2026).

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Ketua MPR RI Ahmad Muzani bersama Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Nur Iman beserta masjidnya di Pulau Kasu, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam, Minggu (2/8/2026). Peresmian tersebut menjadi momentum bersejarah karena mewujudkan gagasan yang pertama kali disampaikan Ahmad Muzani saat berkunjung ke Pulau Kasu sekitar 10 tahun lalu.

Rangkaian peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Ahmad Muzani yang disambut antusias ribuan masyarakat Pulau Kasu. Kedatangan Ketua MPR RI juga diwarnai penyambutan meriah dengan sekitar 2.000 bendera yang dibawa warga.

Sejumlah pejabat turut menghadiri peresmian tersebut, di antaranya Anggota DPR RI Fraksi Gerindra HM Endipat Wijaya, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Syafruddin, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Wakil Ketua DPRD Kepri Bahtiar, Wakil Ketua I DPRD Batam Aweng Kurniawan, Wakil Ketua III DPRD Batam Yunus Muda, Kepala Kementerian Agama Kota Batam Budi Dermawan, anggota DPRD Kepri dan Batam Fraksi Gerindra, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Ahmad Muzani mengenang kunjungannya ke Pulau Kasu satu dekade silam bersama Iman Sutiawan. Saat itu, lokasi berdirinya pesantren masih berupa lahan kosong.

“Sekitar 10 tahun lalu saya datang ke sini bersama Pak Iman. Saya melihat lokasi yang tinggi ini dan menyampaikan agar dibangun sebuah pondok pesantren sehingga dari kejauhan akan terlihat menjadi kebanggaan masyarakat,” ujar Ahmad Muzani.

Ia mengaku tidak mengetahui apakah usulan tersebut saat itu benar-benar dicatat atau hanya menjadi pembicaraan biasa. Namun, menurutnya, hari ini cita-cita tersebut akhirnya terwujud.

“Entah didengar atau dicatat, yang pasti hari ini kita bisa meresmikan sebuah pondok pesantren yang megah,” katanya.

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra itu menilai keberadaan pondok pesantren memiliki peran strategis, terutama di wilayah perbatasan seperti Batam. Menurutnya, pesantren bukan hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga benteng dalam menjaga keutuhan bangsa.

“Batam adalah daerah perbatasan. Karena itu pesantren harus semakin banyak dibangun. Pesantren adalah pagar pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kepri sekaligus Dewan Pembina Ponpes Nur Iman, Iman Sutiawan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pembangunan pesantren tersebut.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf, Anggota DPR RI HM Endipat Wijaya, Kapolda Kepri, Wakil Gubernur Kepri, serta seluruh pihak yang ikut berkontribusi hingga Ponpes Nur Iman berdiri.

Iman juga mengungkapkan bahwa pihaknya sengaja mengundang para pengasuh pondok pesantren di Batam agar dapat memberikan bimbingan dalam pengelolaan pesantren.

“Kami berharap para pengasuh pondok pesantren di Batam dapat memberikan tunjuk ajar sehingga Ponpes Nur Iman dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan penghargaan khusus kepada empat tokoh masyarakat Pulau Kasu yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan Ponpes Nur Iman.

Dalam tausiyahnya, Habib Syeikh bin Abdul Qodir Assegaf mengajak masyarakat menjadikan pondok pesantren sebagai tempat terbaik untuk membentuk karakter generasi muda.

“Titipkan anak-anak kita di pondok pesantren agar menjadi generasi yang berguna bagi agama, bangsa, dan negara,” pesannya.

Habib Syeikh juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT serta menjauhi sifat iri dan dengki terhadap sesama.

“Pesantren adalah tempat penggemblengan akhlak dan ilmu. Semoga dari sini lahir ulama-ulama yang membawa manfaat bagi umat,” tuturnya.

Peresmian Ponpes Nur Iman di Pulau Kasu diharapkan menjadi tonggak lahirnya pusat pendidikan Islam yang mampu mencetak generasi berakhlak mulia sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan di wilayah perbatasan Indonesia. (*)

Editor Dedy Suwadha

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026