Home Berita Utama Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik 32,16 Persen

Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik 32,16 Persen

Investasi Batam Tembus Rp38,97 Triliun, Serapan Tenaga Kerja Naik 32,16 Persen
Kinerja investasi Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga Semester I 2026.
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

BATAM – Momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi refleksi atas perjalanan Batam sebagai kawasan strategis investasi yang terus berkembang. Di bawah kepemimpinan Kepala BP Batam Amsakar Achmad dan Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, penguatan investasi, pembangunan infrastruktur, konektivitas logistik serta kemudahan berusaha terus didorong untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.

Kinerja investasi Batam sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Setelah mencatat realisasi investasi Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026, capaian tersebut terus meningkat hingga Semester I 2026.

Berdasarkan pemantauan dengan metode bottom-up BP Batam, realisasi investasi hingga Semester I 2026 mencapai Rp38,97 triliun. Sementara berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM), realisasi investasi tercatat Rp29,89 triliun.

Perbedaan angka tersebut terjadi karena kedua metode menggunakan basis pengukuran yang berbeda. Keduanya menjadi instrumen BP Batam untuk melihat perkembangan aktivitas investasi secara lebih komprehensif.

Investasi Batam Semester I 2026

Indikator Capaian
Target investasi 2026 Rp70 triliun
Investasi Semester I berdasarkan LKPM Rp29,89 triliun
Persentase terhadap target LKPM 42,70 persen
Investasi Semester I metode bottom-up Rp38,97 triliun
Persentase terhadap target bottom-up 55,67 persen
Pertumbuhan LKPM secara tahunan 27,31 persen
Pertumbuhan bottom-up secara tahunan 36,03 persen
PMA Rp17,80 triliun
PMDN Rp12,09 triliun
Modal tetap bottom-up Rp36,58 triliun
Modal lancar bottom-up Rp2,39 triliun

 

Amsakar: Kepercayaan Investor Terus Menguat

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan, capaian investasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya kepercayaan dunia usaha terhadap Batam.

Menurutnya, keberhasilan investasi tidak hanya diukur dari besarnya nilai modal yang masuk, tetapi juga dari kepastian berusaha, kecepatan pelayanan hingga kemampuan memastikan proyek investasi benar-benar terealisasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat. Tugas kita adalah memastikan kepercayaan tersebut dijawab dengan pelayanan yang semakin baik, kepastian berusaha dan pembangunan infrastruktur yang mendukung kebutuhan investor,” ujar Amsakar.

Pada Triwulan I 2026, investasi Batam tercatat Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year). Pertumbuhan tersebut jauh di atas pertumbuhan investasi nasional yang berada di angka 7,2 persen.

Batam juga menyumbang sekitar 26,5 persen terhadap tambahan investasi nasional pada periode tersebut.

Amsakar menegaskan, capaian Semester I menjadi modal penting untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun. Dengan target investasi Rp70 triliun, realisasi berdasarkan LKPM telah mencapai 42,70 persen, sedangkan metode bottom-up telah mencapai 55,67 persen.

“Kita tidak boleh berhenti pada angka. Yang paling penting adalah bagaimana investasi ini terus bergerak, proyeknya terealisasi, lapangan kerja tercipta, industri berkembang, dan memberikan multiplier effect bagi ekonomi Batam,” katanya.

Kinerja investasi Batam terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Setelah mencatat realisasi investasi sebesar Rp17,48 triliun pada Triwulan I 2026 atau tumbuh 102,85 persen secara tahunan (year-on-year), momentum pertumbuhan tersebut berlanjut hingga Semester I 2026.

Li Claudia Dorong Pelayanan Semakin Cepat

Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra menilai pertumbuhan investasi harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada pelaku usaha.

Menurutnya, investor membutuhkan ekosistem yang memberikan kepastian sejak tahap awal investasi hingga proyek dapat beroperasi.

“Pelayanan publik harus cepat, kolaborasi lintas instansi juga semakin kuat, serta berbagai hambatan investasi diselesaikan secara cepat dan terukur. Ini menjadi faktor penting untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi investor,” ujar Li Claudia.

Ia memastikan BP Batam bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat koordinasi agar kebutuhan investor dapat direspons secara cepat.

“Kita ingin investor tidak hanya datang ke Batam, tetapi juga merasa nyaman untuk berkembang dan melakukan ekspansi di Batam,” tambahnya.

Menurut Li Claudia, keberhasilan investasi pada akhirnya harus dirasakan masyarakat melalui penciptaan lapangan kerja, penguatan industri lokal, peningkatan aktivitas ekonomi dan daya saing Batam.

Investasi Tumbuh, Lapangan Kerja Bertambah

Pertumbuhan investasi juga beriringan dengan peningkatan penyerapan tenaga kerja.

Pada Semester I 2025, jumlah tenaga kerja yang tercatat mencapai 30.979 orang. Angka tersebut meningkat menjadi 40.943 orang pada Semester I 2026.

Artinya, terjadi penambahan sebanyak 9.964 tenaga kerja atau tumbuh 32,16 persen.

Indikator Tenaga Kerja Semester I 2025 Semester I 2026 Perubahan
Jumlah tenaga kerja 30.979 orang 40.943 orang +9.964 orang
Pertumbuhan 32,16 persen

 

Kenaikan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa investasi yang masuk semakin terhubung dengan aktivitas ekonomi riil. Ketika proyek berkembang dan kegiatan industri meningkat, kebutuhan terhadap tenaga kerja turut bertambah.

Investasi Semester I Capai Rp29,89 Triliun Berdasarkan LKPM

Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Triwulan I 2026 mencapai Rp17,48 triliun. Sementara Triwulan II memberikan tambahan Rp12,41 triliun.

Dengan demikian, total investasi Semester I 2026 berdasarkan LKPM mencapai Rp29,89 triliun.

Komposisinya terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) Rp17,80 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp12,09 triliun.

Dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, capaian tersebut tumbuh 27,31 persen secara year-on-year, sedangkan pertumbuhan secara kumulatif mencapai 62,75 persen.

Sementara berdasarkan metode bottom-up BP Batam, investasi Semester I mencapai Rp38,97 triliun, terdiri dari Rp36,58 triliun modal tetap dan Rp2,39 triliun modal lancar.

Capaian tersebut tumbuh 36,03 persen secara tahunan dan 57,01 persen secara kumulatif.

Fary Dorong Investasi Bernilai Tambah Tinggi

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis mengatakan, pengembangan investasi ke depan tidak hanya diarahkan pada peningkatan nilai investasi, tetapi juga kualitas dan nilai tambahnya.

Batam dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan investasi pada sektor manufaktur berteknologi tinggi, pusat data (data center), kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), energi, logistik hingga industri hilir.

“Batam bukan hanya kawasan industri, tetapi telah berkembang menjadi pusat eksekusi investasi strategis Indonesia,” kata Fary.

Ia menambahkan, BP Batam akan terus mengawal implementasi berbagai proyek strategis agar investasi yang telah masuk dapat segera memberikan dampak terhadap perekonomian.

Optimistis Lampaui Target

Dengan realisasi Semester I yang telah melampaui separuh target berdasarkan metode bottom-up, BP Batam optimistis pertumbuhan investasi dapat terus dipertahankan hingga akhir 2026.

Bagi Amsakar, capaian tersebut bukan sekadar indikator kinerja investasi, tetapi juga menjadi sinyal positif bagi masa depan ekonomi Batam.

“Batam harus terus tumbuh sebagai kota investasi yang kompetitif, produktif dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita jaga kepercayaan investor, kita percepat realisasi investasi, dan kita pastikan pertumbuhan ekonomi Batam semakin kuat,” pungkas Amsakar.

Dengan kolaborasi pemerintah, dunia usaha dan seluruh pemangku kepentingan, Batam terus memperkuat posisinya sebagai salah satu gerbang investasi Indonesia menuju Asia Tenggara. (*)

Sumber : Sthefani Barlian
Direktur Diseminasi Informasi dan Hubungan Antar Lembaga Badan Pengusahaan Batam

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026