Home Info PLN Blackout Listrik 7 Jam di Karimun, PLN Ungkap Penyebab Gangguan Sistem 20...

Blackout Listrik 7 Jam di Karimun, PLN Ungkap Penyebab Gangguan Sistem 20 kV

Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, mengalami blackout, akibat gangguan teknis sistem 20 kV pada Jumat (9/10/2026) pukul 05.38 WIB. Menurut Manager ULP PLN Karimun, Suheri, gangguan tersebut menyebabkan under frequency hingga listrik di seluruh Pulau Karimun padam dan baru pulih bertahap mulai pukul 12.15 WIB.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pemadaman listrik total atau blackout kembali terjadi di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (9/10/2026).

Gangguan yang terjadi sejak pukul 05.38 WIB tersebut, menyebabkan pasokan listrik di seluruh wilayah Pulau Karimun terhenti hingga kembali normal secara bertahap sekitar pukul 12.15 WIB.

Manager ULP PLN Karimun, Suheri, mengungkapkan, pemadaman tersebut dipicu gangguan teknis pada sistem kelistrikan tegangan 20 kV yang menyebabkan penurunan frekuensi atau under frequency.

“Kondisi tersebut membuat sistem proteksi otomatis atau relay bekerja dengan melepas penyulang untuk mengamankan instalasi jaringan yang lebih luas,” terang Suheri.

Saat dikonfirmasi sekitar pukul 09.29 WIB, Suheri belum dapat memastikan penyebab pasti gangguan karena tim teknis masih melakukan pemeriksaan terhadap mesin pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) dan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Informasi lebih lanjut mengenai penyebab gangguan baru disampaikan Suheri pada Jumat petang sekitar pukul 18.49 WIB.

“Gangguan teknis pada sistem 20 kV sempat memicu penurunan frekuensi (under frequency), sehingga sistem proteksi otomatis (relay) bekerja melepas penyulang guna mengamankan instalasi jaringan yang lebih luas,” ungkap Suheri.

Ia menjelaskan, setelah gangguan terjadi, tim teknis PLN langsung berkoordinasi dengan unit pembangkit PLTD dan PLTU untuk melakukan pemulihan pasokan listrik secara bertahap.

“Proses pemulihan membutuhkan waktu, karena sejumlah mesin pembangkit mengalami kondisi off dan harus dinyalakan kembali satu per satu,” jelasnya.

Selain itu, masih kata Suheri, setiap mesin perlu melalui proses sinkronisasi tegangan sebelum dapat dioperasikan dalam sistem kelistrikan.

“Di relay saat itu sempat tidak terbaca, cuma banyak mesin yang off. Durasinya jadi lama karena harus dinyalakan satu-satu karena banyak dan perlu disinkronkan tegangannya,” imbuhnya.

Ia memastikan, saat ini sistem penyaluran listrik di Pulau Karimun telah berangsur kembali normal dan beroperasi.

Meski demikian, PLN akan melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh terhadap gangguan tersebut.

“Langkah ini dilakukan untuk mengidentifikasi penyebab gangguan secara lebih mendalam sekaligus menyiapkan upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat diantisipasi,” pungkasnya.

“Kami akan terus melakukan evaluasi dan investigasi menyeluruh atas kejadian blackout hari ini sebagai langkah mitigasi agar keandalan pasokan listrik ke depannya dapat semakin optimal,” tambah Suheri.

Ia berujar, gangguan listrik yang berlangsung selama beberapa jam tersebut menjadi evaluasi bagi PLN dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun.

“Kami akan melakukan evaluasi dan perbaikan, dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan di Kabupaten Karimun,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri