WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Harga emas pada Selasa, 20 Oktober 2026, diperkirakan bergerak fluktuatif di tengah dinamika harga emas dunia, penguatan dolar Amerika Serikat (AS), serta ketidakpastian arah kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed).
Mengacu pada data perdagangan Senin (19/10/2026), harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) di butik Logam Mulia tercatat Rp2.574.000 per gram, naik Rp2.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback mencapai Rp2.389.000 per gram.
Di pasar global, harga emas spot justru mengalami tekanan. Harga emas dunia turun seiring penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang mengurangi daya tarik emas sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Ibrahim Assuaibi: Harga Emas Masih Berpotensi Berfluktuasi
Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas Antam masih bergerak fluktuatif pada perdagangan Selasa (20/10/2026).
Berdasarkan proyeksi yang diberitakan media ekonomi, harga emas Antam berpeluang menguji sejumlah level teknikal berikut:
- Support pertama: Rp2.552.000 per gram.
- Support kedua: Rp2.490.000 per gram.
- Resistance pertama: Rp2.592.000 per gram.
- Resistance kedua: Rp2.640.000 per gram.
Level support merupakan area yang berpotensi menahan penurunan harga, sedangkan resistance menjadi area yang berpotensi membatasi kenaikan. Level tersebut merupakan acuan analisis, bukan jaminan harga akan bergerak sesuai proyeksi.
Pengamat Pasar Global Soroti Dolar AS dan Suku Bunga
Di pasar internasional, analis pasar senior FxPro, Alex Kuptsikevich, menilai pergerakan emas masih berpeluang mengikuti pola tekanan jual pada awal pekan sebelum berpotensi menguat pada pertengahan pekan.
Prospek tersebut turut dipengaruhi pergerakan dolar AS, ketidakpastian geopolitik, tekanan inflasi, serta ekspektasi kebijakan suku bunga The Fed.
Liputan6.com, mengutip analisis pasar yang diberitakan Kitco pada 18 Oktober 2026, melaporkan peluang harga emas dunia menuju kisaran US$4.400–US$4.500 per troy ounce pada pekan berikutnya. Namun, proyeksi itu tetap menghadapi risiko apabila dolar AS menguat dan ekspektasi kenaikan suku bunga meningkat.
Rekomendasi Membeli atau Menjual Emas
Bagi masyarakat yang berencana membeli emas untuk investasi jangka panjang, strategi pembelian bertahap dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko membeli seluruh emas pada satu tingkat harga. Calon investor sebaiknya menyesuaikan pembelian dengan kemampuan keuangan dan tujuan investasi.
Sementara itu, investor yang sudah memiliki emas perlu memperhatikan harga buyback, bukan hanya harga jual di toko. Selisih antara harga beli dan harga jual kembali atau spread memengaruhi waktu yang dibutuhkan agar investasi mencapai titik impas.
Bagi investor jangka pendek, keputusan membeli atau menjual sebaiknya mempertimbangkan perkembangan harga emas dunia, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta konfirmasi pergerakan harga di pasar domestik.
Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu. Karena itu, masyarakat disarankan memeriksa harga terbaru melalui kanal resmi Logam Mulia atau Pegadaian sebelum melakukan transaksi.
Catatan: Proyeksi harga merupakan analisis pasar, bukan kepastian. Keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. (*)
Editor Dedy Suwadha






























