WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Harga emas Antam berpeluang bergerak menguat pada perdagangan Senin (21/9/2026), seiring sejumlah sentimen global yang masih mendukung permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga logam mulia pada pekan depan bergerak dalam rentang Rp2,62 juta hingga Rp2,82 juta per gram. Proyeksi tersebut dipengaruhi perkembangan geopolitik, dinamika politik Amerika Serikat serta arah kebijakan bank sentral AS.
Dari sisi teknikal, Ibrahim menyebut level support pertama berada di sekitar Rp2,744 juta per gram. Apabila harga mengalami tekanan lebih lanjut, support berikutnya berada di kisaran Rp2,62 juta per gram.
Sebaliknya, apabila harga emas kembali menguat, level resistance pertama berada di Rp2,784 juta per gram. Jika mampu menembus level tersebut, emas berpeluang menguji resistance kedua Rp2,82 juta per gram.
Harga Antam Terakhir
Sebagai acuan, harga emas Antam pada Minggu (20/9/2026) tercatat Rp2.638.000 per gram, tidak berubah dibandingkan perdagangan sebelumnya. Harga buyback juga berada di level Rp2.473.000 per gram.
Dengan posisi tersebut, proyeksi Ibrahim menunjukkan terdapat ruang pergerakan harga yang cukup lebar pada pekan berjalan. Namun, harga aktual Antam pada Senin dapat berbeda karena mengikuti pergerakan emas dunia, nilai tukar rupiah dan kondisi pasar.
Sentimen Global Pengaruhi Harga Emas
Ibrahim menyebut perkembangan geopolitik menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi harga emas. Ketegangan di Timur Tengah serta konflik Rusia-Ukraina berpotensi meningkatkan permintaan emas sebagai aset safe haven.
Selain itu, arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat juga menjadi perhatian pelaku pasar. Ketidakpastian kebijakan moneter AS dapat meningkatkan volatilitas pasar keuangan global dan memengaruhi minat terhadap emas.
Pergerakan nilai tukar rupiah juga menjadi faktor penting. Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi berada di atas Rp18.000 per dolar AS. Menurutnya, pelemahan rupiah dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga logam mulia di pasar domestik dan membuka peluang harga menuju Rp2,82 juta per gram.
Rekomendasi Berdasarkan Analisis Ahli
Bagi investor yang mencermati emas, level support dan resistance tersebut dapat digunakan sebagai acuan analisis, bukan jaminan keuntungan.
Investor dapat memperhatikan pergerakan harga di sekitar Rp2,744 juta sebagai support pertama. Sementara level Rp2,784 juta menjadi resistance yang perlu dicermati apabila harga bergerak naik.
Dengan demikian, keputusan membeli atau menjual emas sebaiknya tetap mempertimbangkan tujuan investasi, jangka waktu, harga beli, selisih harga jual dan buyback, serta toleransi risiko masing-masing investor.
Ringkasan level harga:
| Indikator | Level |
|---|---|
| Harga Antam 20 September | Rp2.638.000/gram |
| Buyback | Rp2.473.000/gram |
| Support 1 | Rp2.744.000/gram |
| Support 2 | Rp2.620.000/gram |
| Resistance 1 | Rp2.784.000/gram |
| Resistance 2 | Rp2.820.000/gram |
| Proyeksi rentang pekan | Rp2,62–Rp2,82 juta/gram |
Catatan: Proyeksi harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi pasar global dan domestik. Harga resmi Antam pada Senin (21/9/2026) tetap mengacu pada pembaruan harga dari Antam. (*)
Editor Dedy Suwadha



























