Home Berita Utama Apa yang Mendasari Boris Johnson Hengkang dari Kursi Perdana Menteri Inggris

Apa yang Mendasari Boris Johnson Hengkang dari Kursi Perdana Menteri Inggris

PM Inggris Boris Johnson
PM Inggris Boris Johnson
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

INGGRIS – Sepanjang Kamis (7/7/2022) siang hingga sore, Perdana Menteri Boris Johnson menghiasi pemberitaan diseluruh media. Boris mengumumkan akan pengunduran dirinya sebagai pemimpin Inggris dan banyak komentar dari berbagai pihak di televisi dunia.

“Sekarang jelas anggota parlemen Partai Konservatif ingin pemimpin baru untuk partai itu, yang berarti perdana menteri baru, dan saya setuju,” ujar Johnson dalam pidatonya, seperti dilansir AFP.

Apa yang Mendasari Boris Johnson Hengkang dari Kursi Perdana Menteri Inggris:

1. Banyak Menteri Mundur

Sebelum Johnson dikabarkan akan mengumumkan pengunduran dirinya sebagai PM Inggris, setidaknya 10 menteri dalam kabinetnya mundur dalam 48 jam terakhir. Selain 10 menteri, 40 pejabat kabinet Johnson lainnya juga ikut mundur, sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan sang perdana menteri yang terud diterpa berbagai skandal.

Setelah Menteri Keuangan Rishi Sunak dan Menteri Kesehatan Sajid Javid mundur, delapan menterinya menyusul. Mereka ialah Menteri Anak dan Keluarga Will Quince, Menteri Muda Transportasi Laura Trott, Menteri Sekolah Robin Walker, dan Menteri Keamanan Damian Hinds, Menteri Negara Bagian Irlandia Utara Brandon Lewis, Menteri Keuangan Muda Helen Whately, Menteri Muda bidang Kebudayaan Chris Philp, dan Menteri Urusan Pensiun Guy Opperman.

Seluruh menteri dan 40 pejabat lainnya mundur sebagai bentuk desakan bahwa Johnson sudah tak pantas lagi memimpin sebagai PM Inggris.

BACA JUGA Melalui Twitternya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson Dinyatakan Positif Corona

2. Downing Street Akui Kesalahan Johnson Saat Lantik Chris Pincher

Kantor PM Inggris Downing Street mengakui bahwa Johnson salah mengambil keputusan dengan tetap menunjuk politikus Chris Pincher sebagai Pejabat Pemantau dan Pengawas Partai Inggris. Padahal, Pincher telah terseret dalam skandal pelecehan seksual.

Johnson disebut mengetahui kasus yang menyeret Chris Pincher, tetapi tetap mempromosikannya untuk mengisi jabatan itu di kabinetnya, dikutip dari The Independent.

Sebagaimana diberitakan BBC, juru bicara kantor perdana menteri mengatakan Johnson mengatakan “tuduhan [Pincher] entah sudah diselesaikan atau tidak berkembang ke keluhan formal.”

Koresponden politik BBC Ione Wells kemudian mengungkapkan Johnson sadar akan keberadaan keluhan formal terkait Pincher ketika Johnson menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Inggris, yakni pada 2019 hingga 2020.

The Guardian melaporkan Pincher sempat berhenti dari kantor pemantau partai pada November 2017, setelah aktivis Alex Story menuduh Pincher mencoba mencium dan menyentuhnya. Pincher kemudian masuk ke pemerintahan atas bantuan Johnson pada Juli 2019.

3. Johnson Sempat Tak Ingin Mundur

Pada Rabu (6/7/2022), Johnson sempat berjanji akan terus melaksanakan tugasnya sebagai perdana menteri, meski belasan anggota parlemen Inggris mendesak ia mundur.

“Pekerjaan sebagai perdana menteri dalam situasi sulit, ketika Anda diberikan mandat komunitas, adalah untuk terus melakukannya, dan itu yang akan saya lakukan,” kata Johnson kepada anggota parlemen, dikutip dari AFP.

4. Menteri Senior Inggris Minta Johnson Mundur

Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace meminta Johnson keluar dari pemerintahan. “Partai memiliki mekanisme untuk mengganti pemimpin dan mekanisme itulah yang saya sarankan kepada rekan saya untuk digunakan,” katanya dalam pernyataan Twitter, dikutip dari Reuters.

Walaupun demikian, Wallace tidak mengikuti langkah menteri lain untuk mengundurkan diri karena merasa ia punya kewajiban untuk menjaga negara tetap aman. Wallace juga menyampaikan ia tak bisa membiarkan kantor pemerintah kosong.

5. Deret Skandal Johnson

Johnson terus terseret berbagai skandal yang pada akhirnya didesak mundur sebagai PM Inggris.

Johnson dan istrinya, Carrie Johnson, dan Menteri Keuangan Rishi Sunak harus membayar denda karena melanggar lockdown kala pandemi Covid-19 pada 2020 lalu.

Sebagaimana diberitakan France24, Johnson diketahui menghadiri beberapa pesta minum-minum yang diadakan di Downing Street kala pemerintah menerapkan lockdown ketat. Tak hanya itu, Johnson juga terseret kasus pengeluaran dana senilai £112.000 atau setara Rp2 miliar untuk renovasi apartemennya di Downing Street.

6. Terseret Kasus Pelecehan Seksual

Tak hanya Pincher, beberapa pejabat dalam kabinet Johnson juga terseret skandal seksual. Seorang anggota parlemen pemerintahan Johnson, Imran Ahmad Khan, mengundurkan diri setelah melakukan pelecehan seksual ke anak laki-laki 15 tahun, dikutip dari Reuters.

Anggota parlemen lain, Neil Parish, mengundurkan diri setelah mengaku sempat menonton pornografi di ponselnya di Kantor Parlemen Inggris dua kali.

Tak hanya itu, anggota parlemen Konservatif lain juga ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pelanggaran lain. Namun, anggota parlemen tak diidentifikasikan oleh media untuk melindungi terduga korban. (cnnindonesia)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026