WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Warga menjerit setelah harga telus di Natuna mengalami kenaikan hingga Rp 1.000 per butir. Jika sebelumnya harga telur kisaran per butir Rp 1.500 kini naik menjadi Rp 2.500 per butir.
” Biasanya, telur ini dipasarkan seharga Rp 1.500. Para pedagang mengaku tidak lagi mendapatkan stok telur dari distributor. Hal itu membuat harga telur melonjak. Mungkin karena kapal barang belum ada datang mas,” kata Aprimel Pedagang Pasar Ranai, Kecamatan Bunguran Timur, sabtu (3/9/216).
Menurut Aprimel beberapa toko sudah tidak lagi menjual telur. Mereka mengaku kehabisan stok dan belum mendapatkan suplai dari distributor karena kapal yang ditumpangi selalu telat membawa barang dari Jakarta ke natuna.
Pedagang berharap, kondisi ini tidak sampai lebaran Haji nanti. Di toko sudah habis jikapun ada harganya perbutir mencapai Rp 2.500 per butir
Menurut Dila warga Ranai ditemu sedang belanja telur dan sembako pasar Ranai. Dia berharap harga telur dan kebutuhan sembako lainnya di Natuna tidak terputus .
Menangapi persoalan transportasi menjadi kendala warga Natuna pihak Kementerian Perhubungan akan melakukan perubahan rute terkait pengiriman atau suplai logistik jalur pelayaran dari Jakarta menuju Natuna melalui pelabuhan pontianak.
Dikutip dari Kompas.com, bahwa perubahan rute tersebut ditujukan untuk efisiensi waktu atau durasi pengiriman serta untuk meningkatkan produktivitas.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, saat ini suplai logistik ke Natuna sebanyak 250 ton yang dikirim dengan durasi 21 hari.
” Harapannya dengan adanya perubahan rute ini, durasi suplai barang bisa diperpendek menjadi 10 hari melalui pelabuhan Pontianak,”
Dalam pelaksanaannya, pengiriman logistik dari Jakarta menuju Pontianak menggunakan kapal-kapal swasta. Selanjutnya, dari Pontianak pengiriman menuju Natuna menggunakan kapal perintis yang disubsidi pemerintah.
” Bisa dibayangkan produktivitasnya akan meningkat, harganya toh kurang lebih sama jika pengiriman dilakukan dari Jakarta atau Pontianak,” katanya.
Pontianak menjadi salah satu posisi pelabuhan paling penting di Indonesia, khususnya di bagian barat dan perbatasan.
Selain itu, pelabuhan Pontianak juga merupakan salah satu pelabuhan sungai (river port) yang memiliki kapasitas yang cukup besar.
Program tol laut yang dicanangkan Presiden Joko Widodo diharapkan bisa menekan disparitas harga khususnya di daerah terpencil.
” Diharapkan nantinya juga akan menjadi kebangkitan perekonomian di Pontianak, karena Natuna yang menjadi daerah baru kebutuhan logistik nya akan disuplai dari Pontianak,” ujarnya.
(ricky/kompas)





























