WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Dalam rangka pelaksanaan Program Pengembangan Ekonomi Lokal Daerah (PELD) Kabupaten Natuna, Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Natuna mengelar kelompok diskusi terarah atau dikenal sebagai Focus Group Discussion (FGD) untuk Penentuan Produk Unggulan Daerah (PUD) di Kabupaten Natuna.
FGD yang melibatkan sejumlah SKPD terkait dilaksanakan di Ruang Rapat Kantor Bappeda, Bukit Arai Ranai. Dua orang narasumber, Triyono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia–LIPI dan Tomi Ramadona dari Universitas Riau UNRI Ir Basri, Asisten Administrasi Pemda Natuna yang ikut memimpin jalannya FGD menyampaikan,
” Natuna menjadi sorotan semenjak kedatangan Presiden RI Joko Widodo Presiden juga fokuskan untuk penguatan pembangunan di Natuna pada 5 sektor, yaitu perikanan, pariwisata, migas, pertahanan dan lingkungan,”ujar Basri kepada Wartakepri.co.id Senin,(26/9/2016) di Ranai.
Lanjut Basri, kegiatan ini sangat menarik tapi sayang kurang diliput wartawan yang berlangsung selama 2 (dua) hari dari 22-23 September 2016 lalu, dibuka oleh Asisten Administrasi, Ir. Basri M.si.
Mengingat rendahnya daya saing ekonomi daerah pada akhirnya menyebabkan arus masuknya investasi menjadi kurang signifikan.
Untuk itulah, agar pengembangan ekonomi daerah dapat berhasil dan berdaya guna, maka perlu diupayakan pengembangan potensi ekonomi daerah melalui pengembangan produk unggulan daerah (PUD).
Sebagai daerah perbatasan menurut Basri, memang diperlukan penguatan sektor keamanan Natuna, dapat menjadi penguat sektor ekonomi.
Sedangkan untuk sektor perikanan, karena luas wilayah laut Natuna yang memang sangat besar. Di sektor perikanan dan kelautan mempunyai potensi yang sangat besar karena luas perairan lautnya yang cukup besar dan diharapkan pengelolaan potensi tersebut dapat menciptakan industri berbasis perikanan yang terus tumbuh dan berakibat pada peningkatan nilai pendapatan daerah terus digairahkan.
Begitu juga dengan potensi migas dan pariwisata. Untuk itu pengelolaan berbasis lingkungan sangat perlu diperhatikan.
Terhadap PUD, Basri menyebutkan, sebenarnya nenek moyang yang dulu tinggal di Natuna pada dasarnya sudah meletakkan dasar Ekonomi kuat.
“ Mereka perencana yang matang,” ungkap Basri.
Dilihat dari potensi yang ada seperti karet, kelapa, cengkeh dan perikanan.
” Untuk komoditi cengkeh, kopra, karet serta sagu harus menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di luar sektor perikanan dan kelautan yang kita yakini menjadi masa depan masyarakat kita, maka kedepannya perlu diekplorasi lebih jauh dan direvitalisasi”ujar Basri.
Dalam menghadari era yang semakin kompetitif, beliau berpesan agar kita dapat mempersiapkan diri. Sejatinya lanjut Basri,Natuna perlu memperlihatkan potensi daerahnya keluar, agar memberikan efek ekonomi yang lebih baik kepada dunia usaha.
Sementara itu kedua narasumber menyampaikan materi PUD yang berkenaan dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 9 Tahun 2014.
Dimana penentuan PUD terdiri atas 12 kreteria penyerapan tenaga kerja, sumbangan terhadap perekonomian, sektor basis ekonomi daerah, dapat diperbaharui, unsur sosial budaya, ketersediaan pasar, bahan baku, modal, sarana dan prasarana produksi, teknologi, menajemen usaha dan harga. (r/rikyrinovs)






























