Kekayaan Alam di Kepri Mestinya Dapat Sejahterakan Masyarakatnya dan Bantu Lunasi Hutang

62
Wartakepri, Forum Pimred
Wartakepri, Forum Pimred

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Forum Pimpinan Redaksi (Pimred) Kepri kembali melaksanakan diskusi publik, dimana dalam diskusi publik ini mengangkat tema “Potret Media atas Keberhasilan Pembangunan Pemerintah di Wilayah Perbatasan Kepri”.

Dalam diskusi publik tersebut menghadirkan pembicara Staf Khusus Gubernur Kepri, DR Ahars Sulaiman, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan, Rumbadi Dale, SH, MH dan Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Andi. Saibansyah Dardani selaku Sekretaris PWI Kepri bertindak sebagai moderator, Selasa (27/3/2018) di Hotel PIH Batam Center.

Hadir sebagai peserta, sejumlah pemimpin redaksi media di Kepri, jurnalis, pengacara dan mahasiswa.

Pembicara Diskusi Publik, Dr. Ahars Sulaiman, Staf Khusus Gubernur Provinsi Kepri, dalam paparannya dijelaskan, tentang sejumlah potensi wilayah Kepri yang saat ini belum tergarap secara maksimal.

“Sangat banyak potensi Kepri mulai dari sektor pertambangan, perikanan, biota laut, dan pariwisata yang ke depan akan kita optimalkan,” sebutnya.

Diungkapkannya dalam paparannya, potensi ladang minyak di Natuna dan Anambas bila dikelola dengan maksimal dapat melunasi hutang negara, apalagi saat ini Kepri sendiri kerja sama dengan PT Santos dengan nilai yang mana nilainya triliunan.

“Ada empat titik ladang minyak kita, berdasarkan kajian tentunya dapat melunasi utang negara,” ujarnya.

Ditambahkan Ahars Sulaiman, potensi tambang lainnya yang dapat mendukung melunasi hutang negera, juga banyak di Kepri, seperti tambang golongan A ada migas, golongan B ada timah, bauksit.

Sedangkan masyarakat Kepri yang sebanyak 2 juta penduduk akan dapat makmur dengan menggarap potensi sumber alam lainnya, seperti perikanan, dimana luas laut kepri 96 persen laut dan pariwisata.

” Dengan sumber alam yang begitu makmur, seharusnya 2 juta penduduk Kepri paling makmur. Tidak seperti saat ini secara nasional kita pada garis medium,” tuturnya.

Dibeberkannya, sejak dulu dicuri oleh nelayan asing, pihaknya juga sudah menyampaikan ke Gubenur agar Kepri harus punya kapal tangkap ikan untuk menggarap ditempat sendiri. 200 kapal asal Natuna dan Anambas, 200 pabruikasi didarat.

Hampir diseluruh pulau yang ada di Kepri sangat bagus dengan hamparan pasir dan trumbu karang yang dapat menarik langsung wisatawan asing, hanya saja sejak dulu Provinsi Kepri belum dapat mengelolanya dengan baik, walaupun saat ini dalam tahap perubahan secara perlahan.

“Kita hanya tidak pandai menggarapnya dengan baik. Padahal potensi pariwisata, hampir semua kabupaten dan kota kita memiliki wisata yang bagus-bagus,” ucapnya.

Sementara Rumbadi menyoroti masalah penegakan hukum di wilayah Kepri baik di sektor birokrasi maupun swasta yang terkait dengan sektor maritim serta hubungan Kepri dengan Singapura sejauh ini yang kurang menguntungkan bagi Kepri.

Andi dalam penjelasannya membahas tentang sejumlah kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah tentang wilayah perbatasan Kepri dalam perspektif media.

Dalam diskusi ini, secara bersama juga dibacakan deklarasi yang isinya meminta pemerintah pusat menambah dana pembangunan untuk provinsi Kepri, mengingat kekayaan di Kepri sangat banyak, tapi belum terasa pemerataan dan pembangunan ekonomi di Kepri. (*)

Tulisan : Vero Aditya
Vidoe : Dedy SWD

Bagaimana suasana diskusi, cek video di bawah ini :

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND