
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Keluarga almarhumah Halimah (31), wanita muda yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh oknum anggota PM TNI AD, Pratu PT (24), di Kabupaten Karimun mendatangi Detasemen Polisi Militer I/6 Batam, Kepulauan Riau.
Kedatangan keluarga korban sekitar pukul 12.00 WIB tersebut, untuk menanyakan langsung terkait perkembangan kasus yang sebelumnya telah dilimpahkan kepada Sub Detasemen Polisi Militer (POM) 1/3-5 Tanjungbalai Karimun, dari Polres Karimun.
Namun pihak keluarga korban yang datang jauh-jauh dari Karimun tersebut pulang dengan kekecewaan yang mendalam.
Pasalnya Komandan Denpom I/6 Batam beserta anggotanya tengah tidak berada di tempat, melainkan sedang berada di Tanjungpinang.
“Kedatangan pihak keluarga ke Detasemen Polisi Militer I/6 Batam guna menanyakan perkembangan kasus mendiang Halimah,” ujar kakak kandung korban, Ningsih (37), Kamis (14/3/2024).
Namun kata Ningsih, sangat disayangkan pimpinan Detasemen Polisi Militer I/6 Batam sedang tidak berada ditempat.
“Kosong tidak ada pihak terkait yang bisa kami jumpai, untuk menanyakan langsung perkembangan kasus adek kami. Hanya ada anggota piket yang sedang berjaga di pos,” katanya.
Sehingga menurutnya, kasus tersebut terkesan tertutup untuk keluarga korban mendapatkan informasi, bagaimana kelanjutan kasusnya.
“Hari ini kami tidak mendapatkan informasi apa-apa, kosong tidak ada petinggi disana yang bisa dimintai informasi terkait kasus adek saya,” ucap Ningsih dengan nada sedih.

Bahkan pihak keluarga, masih kata Ningsih telah mendengar isu-isu di luar, bahwa terduga pelaku tidak berada di dalam sel tahanan.
“Maka kedatangan kami kesini ingin melihat langsung, apakah benar atau tidak terduga ada didalam sel,” sebut Ningsih.
Menurutnya, sesuai permohonan izin dari pihak keluarga yang disampaikan kepada Komandan POM Daerah Militer I Bukit Barisan (BB), Kolonel CPM Zulkarnaen, saat mengunjungi kediaman orang tua korban di Kampung Bangun Sari, RT 03 RW 03, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (21/2/2024) lalu.
“Tapi sayangnya pihak keluarga korban tidak diperbolehkan (diizinkan) untuk melihat langsung terduga ini. Sudah tanggal 14 Maret 2024, kejadian tanggal 17 Februari 2024, sudah hampir 1 bulan. Kasus adek kami ini mandek, tidak ada kejelasan,” katanya.
Tidak hanya itu saja, pihak keluarga pun mempertanyakan hasil otopsi yang di lakukan oleh dokkes Polda Kepri beberapa waktu lalu di RSUD HM Sani Tanjungbalai Karimun.
“Hingga sudah disurati oleh kuasa hukum (korban) yang dilayangkan per tanggal 1 Maret 2024. Sampai hari ini tanggal 14 Maret 2024. Sudah 2 minggu lamanya belum ada balasan sama sekali (kepastian) dari pihak Detasemen Polisi Militer I/6 Batam,” tutur Ningsih.
Besar harapan pihak keluarga agar secepatnya dapat berjumpa langsung dengan pimpinan Detasemen Polisi Militer I/6 Batam.
“Agar kasus adik kami ini menemui titik terang, sehingga pihak keluarga bisa mengetahui secara pasti, sudah sampai mana perkembangan kasusnya tersebut. Serius, benar-benar bisa diproses dengan kepastian dan segera disidangkan,” tandasnya.(Aman)
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























