
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin, menyampaikan keprihatinan dan duka mendalam atas peristiwa pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Polsek Batu Ampar, Polresta Barelang. Ia menegaskan komitmen Polri untuk menegakkan keadilan dengan memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Sebagai bentuk keseriusan, Kapolda Kepri turun langsung melakukan interogasi terhadap pelaku pembunuhan korban berinisial DPAD. Dalam interogasi tersebut, Kapolda mendalami motif dan kronologi kejadian, serta mengimbau para pelaku untuk bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.
Langkah ini menunjukkan pengawasan langsung dari pimpinan terhadap penanganan perkara agar berjalan transparan, akuntabel, humanis, dan profesional.
Pada kesempatan yang sama, Kapolda Kepri memberikan apresiasi kepada jajaran Polsek Batu Ampar atas keberhasilan dan kecepatan mereka dalam mengungkap kasus yang sempat meresahkan masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolsek Batu Ampar, Selasa (2/12/2025), dan turut dihadiri Dirreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Ade Mulyana, Kabid Propam Kombes Pol Eddwi Kurniyanto, Kasubdit IV Ditreskrimum AKBP Andyka Aer, Kapolsek Batu Ampar Kompol Amru Abdullah, Wakapolsek Iptu Zulhendra, Kanit Reskrim Iptu Brata Ulusna, serta jajaran personel Polsek Batu Ampar.
BACA JUGA Wakapolda Kepri Hadiri Dialog Lintas Agama Jelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Sebagai bentuk dukungan dan penghargaan atas kinerja cepat tersebut, Kapolda Kepri juga menyerahkan tali asih kepada personel Reskrim Polsek Batu Ampar yang terlibat dalam pengungkapan kasus.
“Pengungkapan cepat kasus ini menegaskan bahwa Polri selalu hadir memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat. Pertahankan integritas, loyalitas, soliditas, serta semangat dalam memberikan pelayanan dan perlindungan terbaik kepada masyarakat,” tegas Kapolda.
Dugaan Penyebab Kematian
Kasus kematian Dwi Putri Aprilian Dini menjadi perhatian serius pihak kepolisian. Penyidik Polsek Batuampar masih terus mendalami penyebab kematian korban. Sejumlah saksi terus bertambah guna melengkapi proses penyidikan. Tercatat, sebanyak 10 saksi telah dimintai keterangan, termasuk memastikan bahwa tidak ditemukan tanda kekerasan pada kelamin korban.
Kapolsek Batuampar, Kompol Amru Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya bekerja ekstra dalam penanganan perkara ini. Tak ada kekerasan pada alat kelamin, tapi dibagian tubuh lainnya, disebutkan korban disiska 4 hari. Terdapat pada paru paru korban penuh dengan air. Korban dipukul, diborgol hingga dimasukin air melalui hidung dengan selang air (*)
Editor : Dedy Suwadha
@wartakepri Kapolda Kepri Ingatkan Tersangka Pembunuh Dwi Putri Kooperatif, #wartakepritv #batam #lampung #pejuangharapan #kepri #poldakepri ♬ original sound – WARTAKEPRI TV































