
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Profesionalisme jurnalis bukan sekadar soal mahir menulis, melainkan perpaduan antara keterampilan teknis, wawasan luas dan kepatuhan ketat pada etika.
Prinsip inilah yang ditekankan dalam Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang digelar Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam di Hotel PIH Batam, Sabtu (20/12/2025).
Sebanyak 19 jurnalis dari berbagai media mengikuti ujian intensif ini. Mereka terbagi dalam tiga jenjang kompetensi, 4 Jurnalis jenjang Muda, 7 Jurnalis jenjang Madya dan 8 Jurnalis jenjang Utama.
Ketua Badan Penguji UKJ AJI Indonesia, Ichwan Prasetyo, menegaskan bahwa menjadi jurnalis kompeten versi AJI membutuhkan keseimbangan di semua lini.
“Semua materi uji minimal harus mendapat nilai 70. Tidak ada istilah di satu mata uji bagus, tapi di mata uji lain boleh rendah. Semuanya harus standar,” tegas Ichwan saat membuka acara.
Menurutnya, UKJ ini merupakan cermin dari praktik kerja sehari-hari. Jika seorang jurnalis sudah bekerja sesuai dengan kode etik, maka ujian ini seharusnya bisa dilalui dengan baik.
“Sebaliknya, ketidaklulusan menjadi sinyal kuat bahwa ada yang perlu diperbaiki dalam rutinitas kerja mereka,” imbuhnya.
Ujian Hybrid dan fokus hari pertama
UKJ kali ini dilakukan secara hybrid menggunakan sistem Learning Management System (LMS).
AJI Indonesia menerjunkan tim penguji berpengalaman, yakni Ichwan Prasetyo, M Ramond Eka Putra Usman, Winahyu Dwi Utami, Slamet Widodo serta penguji magang Sunudyantoro.
Materi yang diujikan pada hari pertama diantaranya, Wawasan Hukum dan Etika dan Pemahaman mendalam tentang Hukum Pers, Kode Etik Jurnalistik dan Kode Perilaku.
Kemampuan membedakan fakta, opini, hingga menangkal hoaks. Keterampilan teknis, bahasa jurnalistik, bobot berita, hingga teknik wawancara.
Simulasi Riil: isu migran dan bantuan hukum
Untuk menguji ketajaman insting dan kemampuan wawancara, AJI Batam menghadirkan dua narasumber kritis sebagai bahan praktik laporan, yakni Pdt. Ketua Jaringan Save Migrant, Musa Mau beserta Direktur LSBH Masyarakat Kepulauan, Nofitra Putri Manik.
LPM Paradigma Politeknik Batam turut berkontribusi pada pelaksanaan UKJ AJI Batam 2025 tersebut.
Kehadiran tokoh-tokoh ini menantang peserta UKJ AJI untuk menggali informasi mendalam mengenai isu sosial dan hukum yang relevan di wilayah Kepulauan Riau.
Azis Maulana































