
BATAM – Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pariwisata terus dilakukan. Kali ini, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, memberikan pembekalan ilmu pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif (ekraf) kepada anggota Asosiasi Pramuwisata Madani (APM) Kota Batam.
Kegiatan pembelajaran ini diikuti sekitar 30 anggota APM dan digelar pada Sabtu (25/04/2026) di Mini Studio Museum Batam Raja Ali Haji.
Dewan Pengawas APM, Tatik Marnikowati, yang turut mendampingi peserta menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas bagi anggota, mengingat APM merupakan organisasi yang baru terbentuk.
“APM baru saja dibentuk, sehingga sangat penting bagi anggota untuk terus menambah pengetahuan, khususnya di bidang kepariwisataan, kebudayaan, dan ekonomi kreatif. Kami juga berterima kasih kepada Kadisbudpar atas pemaparan yang sangat terstruktur,” ujarnya.
Dalam pemaparannya, Ardiwinata menjelaskan secara umum tentang konsep dasar kebudayaan, pariwisata, hingga ekonomi kreatif yang wajib dipahami oleh pemandu wisata.
Ia memaparkan 10 pokok pikiran kebudayaan, meliputi bahasa, tradisi lisan, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, manuskrip, seni pertunjukan, ritus, serta adat istiadat.
Selain itu, Ardiwinata juga menyinggung pentingnya memahami 17 subsektor ekonomi kreatif, serta aspek sertifikasi, promosi, dan pengelolaan destinasi wisata.
“Ini merupakan pertemuan awal. Ke depan, anggota APM diharapkan mampu memahami secara menyeluruh potensi pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif sebagai bekal dalam menjalankan profesinya,” jelasnya.
Sebagai informasi, Asosiasi Pramuwisata Madani merupakan wadah bagi para pemandu wisata lokal yang anggotanya berasal dari putra-putri daerah. Organisasi ini berada di bawah naungan Lembaga Adat Melayu Kepulauan Riau dan berkomitmen mendorong peningkatan ekonomi masyarakat tempatan melalui sektor pariwisata.
Editor: Dedy Suwadha





























