Home Tanjungpinang Driver Maxim di Tanjungpinang Kecewa dan Tuntut Transparasi Program dan Keadilan

Driver Maxim di Tanjungpinang Kecewa dan Tuntut Transparasi Program dan Keadilan

Driver Maxim di Tanjungpinang Kecewa dan Tuntut Transparasi Program dan Keadilan
Foto Kantor Pelayanan Maxim. Foto Yadi
Banner DPRD Batam 2026

TANJUNGPINANG – Sejumlah driver Maxim di Tanjungpinang mempertanyakan beberapa program yang dianggap tidak transparan dan merugikan. Mereka mempertanyakan kebijakan penerimaan driver baru yang tidak dibatasi, hilangnya bonus pull stiker, serta penerapan tarif car kementrian yang masih tetap ada meskipun Gubernur telah mengeluarkan kebijakan tarif gubernur.

Salah satu driver, PS, mempertanyakan kepada pihak Maxim terkait beberapa program tersebut.

“Mengapa pihak Maxim tidak melakukan pembatasan penerimaan driver baru? Mengapa Bonus Pull Stiker sudah tidak ada? Tarif Car Kementrian masih tetap ada padahal Gubernur sudah mengeluarkan kebijakan tarif Gubernur? BHR tidak ada transparansinya kepada driver, seperti dan kategori apa?” ucap PS dengan nada kekecewaan.

PS juga menambahkan bahwa tarif kementrian sebesar Rp11.000-Rp13.000 untuk driver car (mobil) sangat tidak masuk akal dan membuat mereka merasa seperti sapi perah.
“Kami berharap kepada Maxim, berikanlah tarif yang layak kepada driver,” tambahnya.

Kantor Cabang Maxim melalui Wulan, Public Relations Maxim Pusat, meminta waktu beberapa hari untuk menjelaskan sejumlah pertanyaan.

” Bahwa tarif kementrian adalah ranah kementrian untuk menjawabnya,” kata Wulan saat konfirmasi melalui via WhatsApp pada Senin (09/03/2026).

Permasalahan ini sudah disuarakan dalam aksi damai di Kantor Gubernur dan DPRD Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. Driver merasa ada “kolusi” atau tebang pilih dalam penerapan program-program tersebut. Mereka berharap agar pihak Maxim dapat meningkatkan transparansi dan keadilan dalam penerapan program-programnya.

Kontroversi ini menyoroti pentingnya transparansi dan keadilan dalam penerapan program-program oleh perusahaan. Pihak Maxim harus meningkatkan transparansi dan keadilan, memberikan tarif yang layak kepada driver, dan melakukan evaluasi kebijakan penerimaan driver baru.

Dengan demikian, diharapkan bahwa kontroversi ini dapat diselesaikan dengan baik dan driver Maxim di Tanjungpinang dapat bekerja dengan lebih baik dan memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan. (Yadi)

WhasApp

Google News WartaKepri